Ragam  

Kenali Gejala Peradangan Mata Akibat Penyakit Autoimun

Jakarta, tiradar.id – Dokter Spesialis Mata Konsultan Infeksi Imunologi, dr. Rina La Distia Nora, Ph.D, Sp.M(K), menjelaskan bahwa mata dapat menjadi cerminan kondisi kesehatan tubuh kita, terutama terkait dengan penyakit autoimun.

Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Dalam beberapa kasus, mata dapat menjadi target utama serangan ini.

Rina, yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menyebutkan bahwa ada sejumlah gejala peradangan mata yang dapat mengindikasikan adanya penyakit autoimun.

Contoh dari penyakit autoimun yang dapat memengaruhi mata antara lain adalah lupus. Lupus adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang bersifat sistemik, memengaruhi seluruh tubuh.

Menurut Rina, dua kondisi peradangan mata yang sering terkait dengan penyakit autoimun adalah sindrom sjorgen dan uveitis. Sindrom sjorgen lebih fokus pada kelenjar air mata, dengan gejala seperti mata kering, terasa mengganjal, gatal, lelah, dan merah.

Sementara itu, uveitis ditandai dengan mata merah, penglihatan hitam-hitam melayang, dan sensitivitas terhadap cahaya.

Namun, Rina menegaskan bahwa tidak semua peradangan mata disebabkan oleh penyakit autoimun. Beberapa kasus mungkin hanya merupakan gangguan kesehatan mata ringan, seperti konjungtivitis (peradangan pada selaput mata), yang dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.

Rina menyarankan agar seseorang segera memeriksakan diri ke dokter saat mengalami peradangan pada salah satu mata sebelum menyebar ke mata lainnya. Pemeriksaan ini penting untuk mencegah peradangan yang semakin parah dan mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya. Kondisi di mana peradangan terjadi pada kedua mata dengan interval waktu dan tingkat keparahan yang berbeda juga menjadi pertanda penting.

“Pengobatan yang cepat dan tepat bisa mencegah keparahan peradangan lebih lanjut. Apalagi jika hanya satu mata yang terkena, perlu diberikan pengobatan yang cepat agar mata sebelahnya tidak terkena peradangan,” ujar Rina.

Meskipun sebagian besar penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan, dokter akan berusaha menekan peradangan untuk mencegah pemburukan kondisi pasien. Pengobatan yang tepat, seperti obat khusus yang mungkin diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penting bagi kita untuk selalu memperhatikan kesehatan mata dan segera berkonsultasi dengan dokter jika ada gejala peradangan yang mencurigakan.