DPRD Purwakarta Sidak Sejumlah Fasum Milik Pemkab

DPRD Purwakarta sidak fasum milik Pemkab. (Foto: Istimewa)

Purwakarta, tiradar.id – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas umum (fasum) milik Pemkab Purwakarta yang dinilai tidak dapat dinikmati, Senin (12/02/24 ).

Di ketahui, fasilitas umum yang tidak dapat dinikmati secara leluasa diantaranya Taman Air Mancur Sri Baduga, Taman Surawisesa, Taman Baca dan Taman Tangga Cinta.

Dari ke-empat fasilitas umum tersebut dua diantaranya selalu ditutup yakni Taman Baca dan Taman Tangga Cinta yang berada di wilayah Jalan Purwakarta-Padalarang Desa Mekargalih Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten, Purwakarta Hidayat mengatakan atas maraknya keluhan masyarakat terkait adanya batasan waktu berkunjung dan selalu ditutup pada fasilitas umum di Kabupaten Purwakarta.

“Di Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud, kami komisi III mempertanyakan soal fasilitas yang ada, namun banyak hal yang harus lebih di perhatikan seperti papan informasi, resepsionis dan tour guide karena tidak sedikit wisatawan asing yang berkunjung atau yang menikmati Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud ini,” ujarnya.

Menurutnya, selama fasilitas umum tersebut masih dalam pengawasan instansi terkait kenapa harus juga dilakukan pembatasan waktu berkunjung dan selalu di tutup.

“Minimal fasilitas umum tersebut dapat dinikmati sampai sore, karena tidak sedikit pengunjung lokal ingin menikmatinya. Baik itu berolahraga, berswafoto, mencari inspirasi, dan bahkan untuk menghilangkan penat,” terangnya.

Hidayat menambahkan, ke-empat fasilitas umum tersebut sangat di sayangkan klo tidak dapat dinikmatinya apalagi oleh masyarakat Purwakarta (lokal).

“Tidak sedikit loh anggaran yang digelontorkan untuk fasilitas umum tersebut, dan lebih disayangkan lagi fasilitas umum tersebut tidak dapat dinikmatinya oleh masyarakat lokal, seperti Taman Baca dan Taman Tangga Cinta. Oke lah klo taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud dan Taman Surawisesa itu masih bisa dinikmati walaupun hanya dari jam 6 pagi sampai jam 9 selebihnya ditutup,” ungkapnya.

“Seharusnya dapat memperdayakan para mojang jajaka sebagai tour guide, karena merekalah yang dapat memberikan informasi kepada pengunjung lokal atau wisatawan asing yang akan menikmati Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta,” harapnya.

Untuk menyikapi semua itu Hidayat berharap, Disporaparbud Bidang Pariwisata lebih kreatif dan inovatif karena salah satu fasilitas umum yang ada sudah go internasional yakni Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud.(*)