Jakarta, tiradar.id -Memasuki bulan suci Ramadan, ritual berpuasa menjadi kewajiban umat Muslim. Namun, bagi para penderita diabetes, menjalani puasa tidaklah semudah itu. Ahli gizi, dr. Luciana Sutanto MS, Sp.GK, memberikan beberapa saran untuk menjaga kesehatan saat berbuka puasa dan sahur.
- Makanan Ringan dan Manis untuk Berbuka Puasa Dr. Luciana menyarankan untuk memulai berbuka puasa dengan makanan ringan yang memiliki rasa manis atau takjil. Hal ini membantu mengaktifkan saluran pencernaan dan mengembalikan kadar gula darah setelah berpuasa seharian.
- Konsumsi Makanan Utama Setelah Sholat Maghrib Setelah berbuka dengan makanan ringan, lanjutkan dengan makanan utama yang lengkap gizi setelah menunaikan sholat maghrib. Pastikan makanan tersebut seimbang nutrisinya untuk menjaga kesehatan tubuh.
- Hindari Makanan Pedas dan Asam bagi Penderita GERD Bagi yang memiliki gangguan refluks gastroesofagus (GERD), disarankan untuk menghindari makanan yang terlalu pedas dan asam saat berbuka puasa maupun sahur. Hal ini dapat memperburuk kondisi GERD.
- Konsultasikan dengan Dokter untuk Penderita Diabetes Untuk penderita diabetes, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Hal ini penting untuk mengevaluasi kondisi kesehatan dan risiko komplikasi yang mungkin timbul.
Dalam diskusi daring, dr. Martha Rosana, Sp.PD, menyatakan bahwa penderita diabetes perlu memperhatikan asupan makanan dan cairan selama puasa untuk menghindari risiko komplikasi seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, dan ketoasis diabetikum.
Konsultasi dengan dokter sebelum puasa tidak hanya memberikan informasi mengenai penggunaan obat-obatan, tetapi juga membantu dalam pemantauan kondisi kesehatan serta penilaian risiko komplikasi yang mungkin terjadi.
Dengan memperhatikan tips sehat ini, diharapkan para penderita diabetes dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar tanpa mengorbankan kesehatan mereka. Semoga Ramadan ini membawa berkah dan kesejahteraan bagi kita semua.


