Ragam  

Pentingnya Regulasi Emosi: Kunci untuk Menjalani Hidup yang Tangguh

Jakarta, tiradar.id – Psikolog klinis Nirmala Ika, M.Psi, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, memberikan peringatan kepada masyarakat tentang pentingnya melatih regulasi emosi. Hal ini bertujuan agar setiap individu dapat mengenali perasaannya, mampu berpikir secara logis, dan tangguh dalam menghadapi permasalahan hidup.

Menurut Ika, regulasi emosi sangat penting karena membantu individu untuk tidak terbawa arus emosi dengan mudah. Manusia, selain memiliki otak logika untuk berpikir rasional, juga memiliki otak emosional yang mengatur berbagai jenis emosi, seperti marah, kesal, dan pengalaman masa lalu.

Dengan kemampuan regulasi emosi yang baik, seseorang dapat mengutamakan logika daripada emosi. Sebagai contoh, ketika mengalami kecelakaan kecil di jalanan yang padat, seorang pengendara mobil dengan kemampuan regulasi emosi yang terlatih akan mampu merespons dengan tenang, mengingat kondisi jalanan yang sibuk di kota tersebut.

Namun demikian, Ika menekankan bahwa merasa marah adalah hal yang wajar. Namun, tindakan agresif seperti mengancam atau menggunakan kekerasan fisik tidak akan menyelesaikan masalah dengan baik.

Pentingnya latihan regulasi emosi terletak pada kemampuan seseorang untuk tetap berpikir logis meskipun sedang emosi. Ini merupakan suatu keterampilan yang dapat dikembangkan melalui latihan dan kesadaran diri.

Ika menyarankan bahwa latihan regulasi emosi dapat dimulai dengan mengenali emosi yang dirasakan, lalu mencari cara untuk mengelola atau mengatasi emosi tersebut. Hal ini berbeda dengan hanya mencoba menjadi positif saja tanpa mengakui adanya emosi negatif. Mengakui dan mengelola emosi negatif adalah langkah awal yang penting dalam proses regulasi emosi.

Salah satu cara untuk mengatasi emosi negatif adalah dengan teknik relaksasi, seperti mengambil napas dalam-dalam selama 10 hitungan dan menghembuskannya perlahan. Selain itu, seseorang juga dapat memindahkan diri dari situasi yang memicu emosi tersebut. Misalnya, dengan mengizinkan diri untuk keluar sebentar dari ruangan saat sedang dalam rapat.

Ika juga menyarankan agar orang tua mengajari anak-anak mereka untuk melatih regulasi emosi sejak dini. Ini akan membantu perkembangan resiliensi anak-anak, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

Dengan memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik, seseorang tidak hanya mampu menghadapi permasalahan hidup dengan lebih tenang, tetapi juga dapat mencari jalan keluar yang lebih baik, sehingga tidak terjebak dalam tindakan nekat yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.