Subang, tiradar.id- Proses pembangunan pabrik pegolahan aspal PT Mandiri Martadikara Putra “MMP” terus dilakukan, meski Satuan Polisi Pamong Praja telah melayangkan surat peringatan dan terjadi gelombang penolakan dari warga Desa Cijambe. AMP terus merampungkan pembangunan pabrik.
“Info dari pak RW rencana hari senin esok para pengurus dan tokoh masyarakat akan bertemu di kantor Desa Cijambe, pembahasan mengenai akan berdirinya pabrik pengolahan aspal di wilayah kami,” ujar Fitri, Ketua RT 27 RW 03 Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatshap, Minggu (24/3/2024).
Fitri mengajak kepada para awak media, untuk hadir ke Desa Cijambe, untuk mendapatkan keterangan lebih jelasnya.
“Apa yang akan kami bahas, besok hari Senin (25/3/2024) awak media hadir di Kantor Desa Cijambe. kita akan mempertanyakan dampak lingkungan, karena berbatasan dengan wilayah kami,” ujarnya.
Sebelumnya kata Fitri, di awal ia bersama warga pernah datang ke lokasi, namun pihak perusahaan menyangkal bahwa mereka berdiri di wilayah Patrol Desa Tambakmekar.
“Bagaimana bisa wilayah kami tidak termasuk radius yang terdampak, sedangkan di wilayah lingkungan kami terdapat stone crusher dan radius ke rumah warga yang berada di lingkungan RW 03 kurang lebih hanya 80m serta ke Mesjid hanya 50m,” ungkapnya.
Fitri menerangkan, saat ini pihak perusahaan hanya menempuh ijin lingkungan dari dua Desa, sedangkan Desa Cijambe yang wilayah lingkungannya sangat terdampak tidak pernah ada kedatangan pihak perusaan yang meminta ijin lingkungan.
“Jangan ada bahasa seolah kami tidak dianggap, kami akan menuntut pemberhentian aktivitas perusahaan, sehingga ada catatan nantinya mengenai jam oprasional kerja atau jika ada dampak debu yang berlebih, mengenai jarak kan ada permennya, sok duduk bareng dulu seperti apa,” tuturnya.
Pihak perusahaan PT MMP, melalui pesan Whats app kepada wartawan media jabar, untuk klarifikasi, Senin (25/3/2024). “Untuk klarifikasi atau hak jawab, besok kita bertemu saja,” ungkap Bedi. (Boby Ramadan).
