Jakarta, tiradar.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan bahwa sebanyak 16 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo e-toll di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang dari H-2 hingga H+1 Idul Fitri 1445 Hijriah atau 8-11 April 2024. Jumlah ini merupakan sekitar 4,15% dari total 385 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung selama periode yang sama.
Faiza Riani, Kepala Departemen Pemasaran dan Komunikasi Jasa Marga, menyatakan bahwa kekurangan saldo e-toll mengakibatkan penurunan kapasitas transaksi di gardu tol. Gardu tol yang semula dapat melayani hingga lima kendaraan dalam satu menit, kini hanya mampu melayani satu kendaraan dalam satu menit jika pengguna jalan harus melakukan top up e-toll di gardu tol.
Selain itu, Faiza juga memberikan informasi tentang besaran tarif tol yang harus disiapkan oleh pengguna jalan untuk arus balik, khususnya dari Surabaya dan Semarang menuju Jakarta. Pengguna jalan dari Semarang menuju Jakarta perlu menyiapkan e-toll dengan saldo minimal Rp500.000 untuk kendaraan golongan 1. Sedangkan pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta disarankan untuk menyiapkan e-toll dengan saldo minimal Rp1.000.000.
Faiza menekankan pentingnya memastikan kecukupan saldo e-toll, terutama bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup. Dalam sistem ini, pengguna hanya dapat menggunakan e-toll yang sama saat tap in dan tap out. Jadi, jika saldo e-toll kurang, pengguna tidak bisa meminjam e-toll dari pengguna jalan lain.
Selain itu, Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kesiapan lainnya sebelum melakukan perjalanan, seperti memastikan kecukupan BBM dan kondisi kendaraan serta pengendara dalam keadaan prima. Saat memasuki GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pengguna jalan diingatkan untuk mematuhi rambu dan arahan petugas untuk menghindari gangguan yang dapat mengakibatkan antrean kendaraan.
Terakhir, Faiza mengajak masyarakat yang masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek dengan baik. Ia mengingatkan bahwa periode arus balik memiliki jumlah hari yang lebih pendek dibandingkan dengan arus mudik, dan puncak arus balik diprediksi jatuh pada Senin, 15 April 2024.
Dengan demikian, Jasa Marga berharap pengguna jalan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghindari masalah saat melintasi gerbang tol dan memastikan perjalanan kembali ke rumah berjalan lancar dan aman.
Sumber: ANTARA


