Arus Mudik dan Arus Balik di Jalur Fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo

Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jakarta, tiradar.id – PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mencatat catatan penting selama periode libur Lebaran 2024. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 109.105 kendaraan tercatat melintasi jalur fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan jumlah kendaraan yang melintasi jalur fungsional selama 11 hari, mulai dari arus mudik pada tanggal 5-11 April 2024 (dari Colomadu menuju Ngawen) hingga arus balik pada tanggal 12-15 April 2024 (dari Ngawen menuju Colomadu).

Menurut Rudy, total kendaraan yang melintasi jalur fungsional Jalan Tol Yogya-Solo pada arus mudik mencapai 60.184 kendaraan, dengan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada H2 Hari Raya Idul Fitri 1445 H (11 April 2024) sebanyak 13.177 kendaraan.

Selama arus mudik, akses keluar yang paling diminati pengguna jalan adalah akses keluar arah Ngawen, mencapai total 40.965 kendaraan.

“Sementara itu, pada arus balik, kami mencatat total sebanyak 48.921 kendaraan yang melintasi jalur fungsional. Volume lalu lintas tertinggi pada arus balik terjadi pada H+3 Hari Raya Idul Fitri 1445 H (14 April 2024) sebanyak 15.237 kendaraan. Pada arus balik, akses masuk yang paling diminati pengguna jalan adalah akses masuk dari arah Karanganom, mencapai total 25.853 kendaraan,” ujar Rudy.

Setelah beroperasi secara fungsional hingga tanggal 15 April 2024, jalur fungsional Jalan Tol Yogya-Solo resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan proses pengerjaan konstruksinya.

Jalan tol Yogya-Solo memiliki total panjang 96,57 kilometer dengan masa konsesi selama 40 tahun. Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur di Indonesia.

Selain itu, proyek ini juga dibangun untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa (logistik), pengembangan industri dan pariwisata, serta meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa.