Bali, tiradar.id – Pemilik dan CEO dari Tesla Inc. dan SpaceX, Elon Musk, telah menyampaikan pandangan menariknya mengenai solusi atas krisis air global.
Dalam penuturannya pada pembukaan World Water Forum ke-10 di Bali, Musk menyoroti peran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu jawaban atas tantangan ketersediaan air bersih di seluruh dunia.
Menurut Musk, PLTS memiliki potensi besar sebagai penyumbang energi baru terbarukan (EBT) yang lebih efisien dan terjangkau untuk proses desalinasi air laut. Desalinasi, yang merupakan proses menghilangkan kadar garam dari air laut, sebelumnya dianggap sebagai proses yang mahal dan membutuhkan banyak energi.
Namun, Musk menegaskan bahwa dengan memanfaatkan energi matahari, proses desalinasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan murah.
Perkembangan dalam efisiensi desalinasi dan penurunan harga baterai untuk menyimpan energi menjadi poin penting yang disorot oleh Musk. Dalam lima tahun terakhir, biaya penyimpanan listrik dengan baterai telah turun drastis, membuka jalan bagi pemanfaatan PLTS dalam skala yang lebih besar.
Musk juga menyoroti potensi besar PLTS dalam menghasilkan energi dari sinar matahari. Dia menggambarkan bahwa PLTS dapat menghasilkan sekitar satu gigawatt per kilometer persegi dari sinar matahari yang diterima di permukaan bumi. Meskipun matahari tidak bersinar sepanjang waktu, Musk mengklaim bahwa jumlah energi yang dihasilkan PLTS setiap hari sangatlah besar.
Sebagai tambahan, Musk memberikan analogi menarik bahwa panas matahari yang terdapat di gurun Sahara memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh Eropa. Namun, dia menekankan bahwa potensi energi surya seringkali tidak dipahami dengan baik, padahal manfaatnya sudah jelas terukur.
Dengan demikian, Musk berpendapat bahwa pemanfaatan energi surya melalui PLTS dapat menjadi solusi penting dalam menyediakan air bersih di seluruh dunia. Desalinasi, yang kini menjadi lebih terjangkau berkat perkembangan teknologi dan penurunan biaya, menjadi fokus utama dalam upaya menjawab tantangan ketersediaan air bersih.
Dalam penutupannya, Musk menegaskan bahwa ketersediaan air bersih tidak lagi menjadi masalah teknis, melainkan hanya soal energi dan infrastruktur pengangkutan air. Dengan terobosan dalam teknologi PLTS dan penurunan biaya energi, masa depan yang cerah bagi ketersediaan air bersih tampak semakin nyata.


