Mahasiswa Telkom University Bandung Ditemukan Tewas Gantung Diri

Bandung, tiradar.id – Sebuah tragedi menyelimuti Telkom University, Bandung, dengan ditemukannya seorang mahasiswa tewas gantung diri di kamar kosnya pada Minggu, 2 Juni 2024 malam lalu. Kabar ini tidak hanya mengejutkan pihak kampus, tetapi juga mengguncang seluruh komunitas akademik.

Mahasiswa tersebut adalah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dari Fakultas Industri Kreatif (FIK), yang digambarkan sebagai salah satu mahasiswa terbaik kampus.

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya, dalam pernyataannya pada Selasa, 4 Juni 2024, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian mahasiswa tersebut. “Selain merasa kehilangan, tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa pihak kampus siap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh keluarga almarhum dan pihak kepolisian. “Kami menghormati privasi dari pihak keluarga dan tentunya kami akan mendukung penuh apa yang akan dilakukan pihak kepolisian,” tambahnya.

Sebelumnya, mahasiswa tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya oleh seorang teman sesama kamar pada malam hari. Peristiwa tragis ini menjadi sorotan dan memicu refleksi mendalam dalam komunitas akademik tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan kampus.

Perhatian pada Kesehatan Mental

Tragisnya kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Kehidupan perkuliahan seringkali dipenuhi dengan tekanan akademik, sosial, dan emosional, yang bisa menjadi beban berat bagi beberapa individu. Dalam menghadapi tekanan ini, penting bagi kita semua untuk mengenali tanda-tanda dan gejala depresi serta gangguan mental lainnya.

Tindakan Lanjutan

Artikel ini juga ingin menekankan bahwa informasi ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, sangat penting untuk segera mencari bantuan. Konsultasikan masalah Anda kepada profesional kesehatan mental seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling yang tersedia di kota Anda.