Hari Anak Nasional 2024: Harapan Masa Depan Bangsa

Ilustrasi - Anak-anak bermain pecut egrang, di Kampung Baca Taman Rimba (Batara), Papring Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (3/8/2020). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Jakarta, tiradar.id – Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang dengan optimal. Mereka berhak atas perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka. Di Indonesia, anak-anak berjumlah hampir sepertiga dari total populasi, yakni sekitar 28,8 persen atau 79,8 juta anak. Namun, tidak semua anak di Indonesia hidup dalam kondisi yang ideal.

Dari seluruh anak di Indonesia, hanya 84,7 persen yang masih memiliki kedua orang tua. Sebanyak 4,7 juta anak lainnya hidup tanpa kedua orang tua mereka. Banyak anak di negeri ini yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan ada yang harus bersekolah dalam kondisi memprihatinkan atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbagai masalah lain seperti kekerasan terhadap anak, perkawinan anak, anak berhadapan dengan hukum, serta penyalahgunaan teknologi digital juga menjadi tantangan besar dalam upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Setiap tahun, pemerintah Indonesia mengampanyekan pemenuhan hak anak melalui perayaan Hari Anak Nasional (HAN). HAN dirayakan sebagai momentum penting untuk memperjuangkan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Perayaan HAN dimulai sejak ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, dan pada tahun 2024, HAN merayakan tahun ke-40.

Tema HAN 2024 adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan enam subtema yang relevan dengan isu-isu anak terkini. Subtema tersebut mencakup:

  1. Anak Cerdas Berinternet Sehat: Mengajarkan anak untuk memilah informasi yang baik dan mencegah dampak negatif teknologi.
  2. Suara Anak Membangun Bangsa: Memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan pandangan mereka.
  3. Pancasila di Hati Anak Indonesia: Menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak.
  4. Dare to Lead and Speak Up: Anak Pelopor dan Pelapor: Mendorong anak untuk berani memimpin dan menyuarakan kebenaran.
  5. Pengasuhan Layak untuk Anak: Digital Parenting: Mengedukasi orang tua tentang pengasuhan yang baik di era digital.
  6. Anak Merdeka dari Kekerasan, Perkawinan Anak, Pekerja Anak, dan Stunting: Mengatasi berbagai masalah yang mengancam kesejahteraan anak.

Subtema “Anak Cerdas Berinternet Sehat” menyoroti pentingnya literasi digital bagi anak. Penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat menyebabkan dampak negatif seperti adiksi gadget, lupa waktu, serta terlibat dalam judi online.

Data menunjukkan bahwa pemain judi online di bawah usia 10 tahun mencapai 2 persen dari total 4 juta pemain. Selain itu, ancaman lain seperti pornografi juga membayangi anak-anak. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya melindungi anak di dunia maya dengan menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak dalam Ranah Daring.

Subtema lain yang penting adalah “Suara Anak Membangun Bangsa” yang bertujuan memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pandangan dan pendapat mereka. Suara Anak Indonesia dikumpulkan dari berbagai daerah dan disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo dalam acara puncak di Jayapura, Papua. Proses pengumpulan Suara Anak dilakukan dari tingkat desa hingga nasional, memastikan bahwa isu-isu tentang anak di setiap daerah dapat terwakili.

Puncak perayaan HAN 2024 dilaksanakan di Jayapura, Papua, pada Selasa (23/7). Pemilihan Papua sebagai lokasi perayaan bertujuan agar anak-anak di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) turut merasakan kemeriahan peringatan HAN. Selain acara puncak di Papua, rangkaian peringatan HAN juga dilaksanakan oleh berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang perlindungan anak.

Perayaan Hari Anak Nasional 2024 merupakan momentum bagi semua pihak untuk berbenah dan bekerja sama dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045. Dengan memperhatikan hak dan kesejahteraan anak, kita dapat memastikan bahwa generasi penerus bangsa akan tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Selamat merayakan Hari Anak Nasional, anak-anak Indonesia tercinta!