Bisnis  

Pabrik Benang Mewah China Hadir di Subang Smartpolitan

Subang, tiradar.id – Industri tekstil Indonesia mendapat suntikan energi baru dengan hadirnya PT Xinfung Industry Indonesia, anak usaha dari Jiangsu Xinfang Technology Group asal Tiongkok. Perusahaan ini meresmikan pembangunan pabrik barunya di kawasan industri modern Subang Smartpolitan, dengan nilai investasi awal sebesar 30 juta dolar AS atau sekitar Rp 450 miliar.

Pabrik ini akan berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dengan operasional penuh dimulai pada Februari 2026. Proyek ini tidak hanya menjadi tonggak ekspansi industri China di Indonesia, namun juga membuka 300 lapangan kerja baru, menghadirkan transfer teknologi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia melalui 100 persen produk ekspor ke kawasan Asia Tenggara.

Didirikan pada tahun 1982 di Zhangjiagang, Provinsi Jiangsu, Jiangsu Xinfang Technology Group dikenal sebagai pemain besar dalam industri fancy yarn (benang mewah) dan teknologi pewarnaan serat. Melalui PT Xinfung Industry Indonesia, perusahaan ini membawa keahlian teknis dan inovasi produksinya ke Indonesia, tepatnya di kawasan industri yang dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya.

Menurut James Chen, General Manager Jiangsu Xinfang, Indonesia dipilih karena berbagai keunggulan strategis, seperti ketersediaan tenaga kerja, budaya yang mendukung dunia usaha, serta lingkungan bisnis yang stabil. Selain itu, Indonesia dianggap memiliki daya inovasi kuat dan berpotensi besar menjadi pusat manufaktur global.

Subang Smartpolitan dipilih karena lokasinya yang strategis, dekat dengan Jalan Tol Trans Jawa, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati—semua ini mendukung efisiensi logistik dan distribusi ekspor ke negara-negara seperti Vietnam, Tiongkok, Thailand, dan kawasan lainnya.

Pabrik ini akan memproduksi benang mewah berbahan alami dan berkelanjutan, menargetkan segmen pasar premium di Asia Tenggara. Menurut Abednego Purnomo, Vice President Sales Marketing Tenant Relations PT Suryacipta Swadaya, seluruh hasil produksi akan diekspor, memberikan dampak langsung terhadap keseimbangan perdagangan nasional.

“Setiap investasi ini membawa dampak positif, terutama karena 100 persen produksinya ditujukan untuk ekspor,” jelas Abednego.

Dengan menggunakan mesin otomatis dan semi-otomatis, pabrik ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mempercepat transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal. Hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur global.

Sri Bimo Pratomo, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, menyambut baik investasi ini. Ia menyebut Xinfung sebagai contoh ideal investasi asing yang membawa modal, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan vokasi demi menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.