Pemprov Papua Tengah Gratiskan Pendidikan SMA/SMK, Target Semua Jenjang Gratis 2027

Timika, tiradar.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi menerapkan program pendidikan gratis untuk tahun ajaran 2025. Sebanyak 24.481 siswa SMA dan SMK di delapan kabupaten menjadi penerima manfaat kebijakan tersebut.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan program ini mencakup 124 sekolah, terdiri dari 31 SMA negeri, 40 SMA swasta, 17 SMK negeri, dan 36 SMK swasta.

“Program sekolah gratis ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah,” kata Meki di Timika, Minggu (14/9).

Ia menegaskan, kebijakan pendidikan gratis merupakan strategi prioritas pemerintah provinsi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah yang berkualitas dan berdaya saing. “Kami investasi besar di sektor pendidikan. Targetnya dalam tiga tahun, semua jenjang pendidikan sudah berjalan gratis,” ujarnya.

Akan Diperluas ke SD dan SMP

Meki mengungkapkan, program pendidikan gratis akan diperluas ke jenjang SD dan SMP mulai 2026. “Ini wujud komitmen kami mendorong pemerataan akses pendidikan,” katanya.

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan pembangunan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) gratis di sejumlah wilayah sebagai upaya menekan angka putus sekolah. SSH akan beroperasi hingga pukul 15.00 WIT, dengan seluruh kebutuhan makan ditanggung pemerintah.

“Generasi muda harus tumbuh cerdas. Kami ingin mereka aman di sekolah dan tidak khawatir soal makanan,” ujar Meki.

Rencananya, SSH akan dibangun di Kabupaten Mimika, Paniai, dan Nabire masing-masing dua sekolah, serta di Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai masing-masing satu sekolah.

Beasiswa hingga Perguruan Tinggi

Selain pembebasan biaya sekolah, Pemprov Papua Tengah juga mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP yang menempuh pendidikan di Timika dan Nabire.

“Untuk yang kuliah di Timika dan Nabire semua anak kita biayai baik Papua maupun non Papua. Kami juga sedang membangun asrama bagi anak-anak di daerah konflik,” kata Meki.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas kesenjangan pendidikan di Papua Tengah sekaligus mempercepat peningkatan kualitas SDM di wilayah tersebut.