Subang, tiradar.id – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera menangani pendangkalan saluran irigasi yang menyebabkan kekeringan melanda ribuan hektare sawah di wilayah Pantura Subang, Jawa Barat.
“Kekeringan yang terjadi telah berdampak pada 1.843 hektare sawah di berbagai daerah di wilayah Pantura,” kata Reynaldy, Kamis (14/8). Adapun daerah terdampak meliputi Kecamatan Pusakanagara, Pusakajaya, Pamanukan, Compreng, dan Legonkulon.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Kekeringan yang dipimpinnya, Reynaldy meminta BBWS Citarum bersama Perum Jasa Tirta II Jatiluhur melakukan normalisasi saluran sekunder, menyempurnakan Siphon Jatireja, serta menyusun ulang jadwal tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim.
Menurutnya, dua faktor utama penyebab kekeringan di Pantura Subang adalah pendangkalan saluran air sekunder dan belum optimalnya fungsi Siphon Jatireja. “Subang adalah lumbung padi nasional. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia dengan segera melakukan penanganan kekeringan yang melanda areal sawah,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Subang, luas lahan persawahan di daerah tersebut mencapai 84.570 hektare, terbagi di tiga wilayah strategis, yakni daerah pegunungan di selatan, dataran tengah, dan Pantura yang dekat dengan pesisir. Rata-rata produksi padi di Subang mencapai 6,3 ton per hektare, menjadikannya salah satu sentra produksi pangan utama di Indonesia.
