Jakarta, tiradar.id – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pejabat publik untuk tidak bertindak seperti mandor, melainkan harus fokus pada pelayanan kepada masyarakat.
Dalam acara Temu Bisnis P3DN ke-VIII yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada Selasa (17/9/2024), Luhut menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya berperan sebagai pelayan, bukan sebagai pengatur.
Sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, Luhut juga menekankan pentingnya menghindari konflik kepentingan. Ia menceritakan bagaimana proses pengambilan keputusan di Kemenko Marves mengutamakan kerja sama tim, yang merupakan bagian dari komitmennya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik.
“Sebagai pejabat, kita dibayar untuk melayani. Jadi, kita bukan mandor, kita adalah pelayan masyarakat. Ayo kita membangun kerja sama tim yang solid,” tegas Luhut.
Menjelang perayaan 10 tahun masa jabatannya di Kabinet Jokowi, Luhut juga mengingatkan agar para pejabat publik tidak campur tangan secara sembarangan atau “cawe-cawe”. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan memastikan kepastian hukum dan kebijakan yang konsisten.
“Dalam perjalanan hidup saya selama hampir 10 tahun di pemerintahan, dua hal yang sangat penting adalah kepastian hukum dan kepastian kebijakan. Sebagai pejabat publik, kita harus menjaga kepercayaan tersebut dan tidak ikut campur sembarangan,” tambahnya.


