Pemerintah Fokus Rekrutmen ASN dari Kalangan Fresh Graduate untuk CASN 2024

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2024 di Jakarta, Kamis (14/3/2024). (ANTARA/HO-Humas Kementerian PANRB)

Jakarta, tiradar.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, telah mengumumkan beberapa prioritas sumber daya manusia (SDM) yang akan dijadikan fokus dalam memenuhi kebutuhan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2024.

Salah satu fokus utama adalah para lulusan baru yang memiliki kemampuan digital, yang akan menjadi salah satu target SDM yang direkrut dalam seleksi CASN tahun ini. Hal ini disampaikan Anas dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Kamis.

Menurut Anas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) telah menerima usulan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1,38 juta dari berbagai instansi pusat dan daerah, dengan penentuan formasi sebanyak 1,28 juta. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan ASN secara nasional sebanyak 2,3 juta secara bertahap.

ASN yang direkrut terbagi menjadi dua kategori, yaitu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dapat dilamar oleh lulusan baru, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diperuntukkan bagi tenaga non-ASN dan mantan Tenaga Harian Lepas (THL) yang telah terdaftar dalam basis data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Pemerintah membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan baru tahun ini, karena jumlah rekrutmen CPNS relatif lebih besar daripada sebelumnya. Tentu saja, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan penataan bagi para honorer,” ungkapnya seperti dilansir dari laman ANTARA, Jum’at (15/2/2024).

Anas menjelaskan bahwa pemerintah akan mempersiapkan ASN dengan kemampuan digital dari kalangan lulusan baru yang akan berperan sebagai akselerator dalam mesin birokrasi dan pelayanan publik.

Menurutnya, kebijakan rekrutmen ASN dengan kemampuan digital ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, dengan memulai digitalisasi di berbagai sektor seperti pertanian, industri, pariwisata, UMKM, perdagangan, dan sebagainya.

“Jadi, para talenta digital yang direkrut tidak hanya akan bekerja di sektor hilir seperti pemasaran digital, tetapi juga akan berperan di sektor hulu dalam lini produksi seperti pertanian dengan program e-farming untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal dan nasional,” tambahnya.

Anas memberikan contoh bahwa di daerah yang merupakan basis pertanian, pemerintah akan merekrut ASN dengan keahlian dalam digitalisasi sektor pertanian untuk membantu petani lokal. Begitu pula di daerah yang merupakan basis industri kecil, pemerintah akan merekrut ASN dengan keahlian digital untuk mewujudkan konsep smart factory dan meningkatkan efisiensi industri kecil setempat.

Selain fokus pada talenta digital, Anas juga menekankan prioritas pemenuhan SDM di bidang Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan pemenuhan SDM untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dia menambahkan bahwa instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat memanfaatkan formasi yang tersedia dengan mengusulkan ASN untuk mempersiapkan SDM yang dibutuhkan oleh IKN. Dengan demikian, usulan formasi dapat memenuhi proyeksi kebutuhan nasional.

“Pengisian ASN untuk ditempatkan di IKN akan berasal dari pemindahan ASN dari kementerian/lembaga pusat dan formasi khusus CPNS untuk IKN pada tahun 2024,” katanya.

Selain itu, terdapat kebijakan afirmatif untuk memberikan kuota khusus bagi putra-putri terbaik dari Kalimantan Timur serta mutasi pegawai ASN pemda di wilayah tersebut.

“Dalam arahan presiden, ada alokasi formasi khusus untuk IKN, yang memungkinkan IKN untuk mengajukan afirmasi untuk penduduk setempat,” tutup Anas.