Ragam  

AS Kembali Lakukan Investigasi Terhadap Huawei

Jakarta, tiradar.id – Pekan lalu, Huawei merilis dua ponsel terbarunya, Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+, yang mendapatkan perhatian global. Namun, apa yang menarik perhatian utama adalah rencana AS untuk melakukan investigasi teknikal terhadap salah satu komponen kunci di dalamnya, yaitu chip Kirin 9000s. Mengapa chip ini menjadi fokus utama investigasi AS, dan apa dampaknya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Kontroversi Seputar Huawei

Kontroversi seputar Huawei dan produk-produknya telah berlangsung cukup lama. Pada tahun 2018, mantan Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan kebijakan yang melarang perusahaan AS menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dari pihak yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, langkah ini diarahkan terutama kepada Huawei.

Langkah-langkah pemerintah AS ini, termasuk menempatkan Huawei dan afiliasinya dalam “Daftar Entitas,” sebagian besar dipicu oleh meningkatnya perang dagang antara AS dan Tiongkok serta kekhawatiran atas keamanan nasional.

Pembatasan Terhadap Huawei

AS telah menerapkan serangkaian pembatasan terhadap kemampuan Huawei untuk membeli chip semikonduktor, yang merupakan komponen penting dalam ponsel cerdas dan perangkat elektronik lainnya. Langkah-langkah ini melarang perusahaan mana pun menjual chip apa pun yang dibuat dengan teknologi AS kepada Huawei.

Tindakan serupa juga diambil oleh negara-negara lain, seperti Belanda, yang mengeluarkan peraturan baru mengenai pengendalian ekspor peralatan semikonduktor. Hal ini mencakup pembatasan terhadap teknologi manufaktur chip yang canggih.

Huawei Mengembangkan Chip Sendiri

Di tengah tekanan ini, Huawei berusaha mengurangi ketergantungannya pada suku cadang AS. Salah satu langkah besar dalam upaya ini adalah pengembangan chip sendiri, termasuk Kirin 9000s yang digunakan dalam Huawei Mate 60 Pro. Chip ini dikembangkan bersama mitra lokal Huawei di China, yaitu Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

Kirin 9000s menjadi sebuah tonggak penting dalam upaya Huawei untuk mengatasi tekanan AS dan ketergantungannya pada suku cadang AS. Ini menunjukkan kemajuan teknis dalam industri semikonduktor China, bahkan ketika AS meningkatkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China.

Kesimpulan

Investigasi AS terhadap chip Kirin 9000s di Huawei Mate 60 Pro menggambarkan ketegangan yang berkelanjutan antara AS dan Tiongkok dalam bidang teknologi dan perdagangan. Ini juga mencerminkan upaya Huawei untuk mempertahankan posisinya di pasar global dengan mengembangkan teknologi sendiri.

Meskipun investigasi ini menimbulkan banyak pertanyaan, itu juga merupakan pengakuan atas kemajuan teknis yang telah dicapai oleh industri semikonduktor China. Perkembangan ini akan terus menjadi fokus dalam “perang teknologi” yang sedang berlangsung antara dua kekuatan besar, AS dan China, yang memiliki dampak global yang signifikan.