Jakarta, tiradar.id – Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menyoroti pentingnya deteksi dini dalam penanggulangan penyakit kanker. Menurutnya, upaya deteksi dini bisa menjadi kunci untuk memastikan pengobatan yang tepat.
Tjandra Yoga menjelaskan bahwa kanker paru sering kali terdeteksi pada tahap lanjut, membuat opsi pengobatan menjadi terbatas. Dalam kaitannya dengan kanker paru, terdapat dua jenis utama: Non-Small Cell Carcinoma (NSCLC) dan Small Cell Carcinoma (SCLC). NSCLC lebih umum ditemui dan tumbuh lebih lambat, sementara SCLC lebih jarang namun pertumbuhannya lebih cepat.
Untuk itu, skrining menjadi langkah penting, terutama bagi individu dengan risiko tinggi. Skrining ini memungkinkan deteksi dini, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Di Indonesia, layanan skrining untuk kanker paru sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di puskesmas.
Tjandra Yoga juga menegaskan bahwa kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker di dunia. Data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) mencatat bahwa terdapat sekitar 1,8 juta kematian akibat kanker paru setiap tahunnya. Lebih lanjut, sekitar 85% kasus kanker paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok.
Gejala kanker paru antara lain adalah batuk kronis, nyeri dada, sesak napas, kelemahan tubuh, batuk berdarah, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, serta infeksi paru yang sering kambuh.
Upaya pencegahan terbaik adalah dengan berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok pasif serta polusi udara. Selain itu, perlu juga dilakukan skrining secara rutin terutama bagi individu dengan risiko tinggi.
Dalam proses diagnosis kanker paru, berbagai metode digunakan seperti pemeriksaan fisik, imaging (seperti foto rontgen, CT scan, dan MRI), bronkoskopi, biopsi, dan tes molekuler untuk mengidentifikasi mutasi genetik atau biomarker.
Pilihan pengobatan kanker paru bergantung pada jenis kanker, seberapa luas penyebarannya, dan kondisi medis pasien. Pengobatan bisa meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Selain pengobatan, perawatan dukungan juga penting untuk mengatasi gejala, nyeri, dan memberikan dukungan emosional kepada pasien.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini, diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker paru dan memberikan harapan lebih besar bagi mereka yang terkena penyakit ini.
Sumber: ANTARANews


