Jakarta, tiradar.id – Peran asam folat dalam mencegah cacat bawaan yang mengancam jiwa seperti spina bifida dan anensefali telah diakui secara luas. Namun, dalam perkembangan baru, para peneliti menyarankan solusi inovatif: memperkuat garam meja dengan asam folat sebagai strategi diet baru untuk melindungi lebih banyak bayi dari cacat bawaan ini.
Dikutip dari Medical Daily, Rabu lalu, sesuai rekomendasi WHO, wanita yang berencana hamil hingga 12 minggu kehamilan perlu mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari. Agar wanita mendapatkan asupan asam folat yang cukup melalui diet, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan suplemen asam folat untuk semua wanita usia reproduksi yang dapat hamil, selain mengonsumsi makanan yang mengandung folat dari diet yang bervariasi.
Pada Mei 2023, Majelis Kesehatan Dunia menyetujui resolusi yang menganjurkan fortifikasi asam folat dalam makanan untuk meningkatkan asupan folat dalam diet. Meskipun beberapa negara telah menerapkan fortifikasi pada bahan makanan pokok, lebih dari 100 negara masih belum melakukannya karena berbagai kendala.
Dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jaringan Terbuka JAMA, para peneliti menyarankan penggunaan garam meja yang diperkaya asam folat sebagai solusi yang sederhana dan murah untuk mencegah cacat bawaan tersebut. Studi tersebut melibatkan 83 wanita non-hamil dari empat desa di selatan India yang mengonsumsi garam yang diperkaya asam folat sebagai bagian dari diet mereka selama empat bulan.
Hasil studi menunjukkan peningkatan konsentrasi folat serum pada wanita usia reproduktif setelah mengonsumsi garam beriodium yang diperkaya asam folat. Peningkatan ini diharapkan dapat mencegah spina bifida dan anensefali. Direktur Pusat Pencegahan Spina Bifida di Rollins, Godfrey Oakley Jr., menyatakan bahwa fortifikasi garam meja dapat mencegah hingga 50 persen kasus spina bifida di seluruh dunia.
Para peneliti menekankan bahwa peningkatan asupan garam tidak disarankan. Sebaliknya, mereka menyarankan untuk menambahkan asam folat yang diperlukan ke garam meja yang sudah dikonsumsi oleh masyarakat. Di daerah di mana konsumsi garam harian rendah, konsentrasi asam folat harus ditingkatkan sesuai untuk mencapai tingkat yang diperlukan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi sederhana namun efektif untuk mencegah cacat bawaan yang serius. Dengan adanya strategi fortifikasi garam meja, diharapkan lebih banyak nyawa bayi dapat diselamatkan dari dampak negatif cacat bawaan yang mengancam jiwa.


