Ragam  

Google Maps Tingkatkan Privasi Pengguna dengan Menghentikan Pengumpulan Data Lokasi

Jakarta, tiradar.id – Google baru-baru ini mengumumkan serangkaian perubahan pada layanan Google Maps yang bertujuan meningkatkan privasi pengguna. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh perusahaan adalah menghentikan pengumpulan data lokasi dari fitur lini masa. Dilansir dari Business Insider pada Sabtu, perubahan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna terkait informasi lokasi pribadi mereka.

Pada dasarnya, data lokasi yang sebelumnya dikontrol melalui pengaturan riwayat lokasi dan catatan rute perjalanan pengguna akan disimpan secara langsung di perangkat pengguna, bukan di penyimpanan Google. Dengan kata lain, Google tidak lagi memiliki akses langsung terhadap data riwayat lokasi pengguna.

Selain itu, permintaan data lokasi pengguna dari Google, termasuk melalui perintah “geofence” yang meminta informasi tentang pengguna yang berada di dekat lokasi tertentu pada waktu tertentu, juga tidak akan diterapkan lagi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran terkait privasi dan penggunaan data lokasi untuk tujuan yang mungkin merugikan.

Pengumuman ini muncul di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Google untuk menghentikan fitur pengumpulan data lokasi pengguna, terutama setelah aturan Roe v. Wade dibatalkan. Beberapa kasus telah menyoroti potensi penyalahgunaan data lokasi terkait dengan aborsi, dan pada bulan Mei lalu, sejumlah anggota Partai Demokrat AS menandatangani surat kepada CEO Google, Sundar Pichai, meminta perusahaan untuk menghentikan praktik ini.

Sebelumnya, pada bulan Juli, Google telah mengumumkan bahwa mereka akan menghapus data riwayat lokasi pengguna yang mengunjungi lokasi sensitif, seperti klinik aborsi, pusat perawatan narkoba, tempat penampungan kekerasan dalam rumah tangga, klinik penurunan berat badan, dan lokasi kesehatan lainnya. Namun, sekarang, kontrol atas data ini dikembalikan kepada masing-masing pengguna.

Google menegaskan bahwa pembaruan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan yang lebih besar untuk meningkatkan privasi pengguna dan memberikan individu kontrol lebih besar atas data mereka. Langkah-langkah ini sejalan dengan fitur-fitur lain yang telah diperkenalkan sebelumnya, seperti penghapusan otomatis dan Mode Incognito, yang semuanya bertujuan memberikan keamanan dan privasi maksimal kepada pengguna Google Maps.