Jakarta, tiradar.id — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa kasus kanker di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurutnya, hal ini bukan semata-mata karena jumlah penderita yang bertambah, melainkan karena kemampuan diagnosis yang semakin membaik dari tahun ke tahun.
“Kanker ini naik terus kasusnya, naik terus yang meninggalnya setiap tahun. Bukannya apa-apa, karena ketemu. Dulu enggak ketemu, sekarang kan diagnosisnya makin bagus,” ujar Menkes saat ditemui di Jakarta, Senin (12/5).
Dalam upaya mempercepat penanganan kanker di Indonesia, Kementerian Kesehatan berencana untuk menyebarluaskan kemampuan deteksi dini kanker ke seluruh pelosok Tanah Air. Menkes menegaskan bahwa alat diagnosis kanker akan didistribusikan ke 514 kabupaten/kota di Indonesia, dan distribusi ini mulai dilaksanakan tahun ini.
“Jadi pasti nanti akan naik (kasus kanker). Nah sekarang ini, bagaimana masyarakat diedukasi bahwa penyakit kanker kalau ketemu harus dideteksi dini lebih awal karena teknologinya berkembang hingga hari ini,” jelasnya.
Menkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dini terhadap potensi kanker. Menurutnya, deteksi sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan pun meningkat secara signifikan.
“Orang-orang perempuan kan suka bilang ‘aduh aku takut menerima kenyataan’, itu justru berbahaya. Karena kalau ketahuan di stadium nomor 1, seperti kanker payudara yang jadi pembunuh nomor satu, itu 90 persen bisa sembuh,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kemampuan diagnosis dan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini, Menkes optimistis bahwa angka kematian akibat kanker bisa ditekan dan kualitas hidup pasien dapat terus ditingkatkan.


