Jakarta, tiradar.id – Sebuah Diskusi Daring dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD, pada hari Sabtu, menyoroti dua hal yang penting bagi penderita diabetes sebelum mencoba pengobatan herbal.
Dokter Tri Juli mengingatkan bahwa sebelum memutuskan untuk mencoba pengobatan herbal, penderita diabetes harus memahami bahwa ada dua faktor krusial yang harus dipertimbangkan. Pertama, penting untuk memastikan bahwa pengobatan herbal tersebut telah melalui studi dan terbukti aman serta efektif untuk pengobatan diabetes.
“Penting untuk mencari informasi mengenai bahan herbal yang akan digunakan. Pengobatan herbal yang telah teruji lewat penelitian oleh para ahli, terutama untuk penderita diabetes, dapat membantu menjaga stabilitas gula darah,” ungkap dokter Tri Juli seperti dikutip dari laman ANTARANews.com, Minggu (21/1/2024).
Dalam hal ini, dokter menyarankan agar pasien mencari penelitian yang dilakukan pada berbagai kelompok, tidak hanya penderita diabetes, tetapi juga pada kelompok kontrol atau orang tanpa penyakit diabetes. Hal ini bertujuan agar hasil pengobatan dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak hanya bergantung pada testimoni atau pengalaman pribadi.
Apabila pengobatan herbal yang dipilih masih belum mendapatkan validasi melalui penelitian yang baik, dan hanya bergantung pada testimoni atau pengalaman pribadi, dokter Tri Juli menekankan perlunya kewaspadaan. Pasien perlu menimbang ulang keputusannya sebelum mengadopsi metode pengobatan tersebut.
“Diperlukan bukti-bukti bahwa pengobatan herbal tersebut benar-benar bermanfaat. Jangan hanya berdasarkan testimoni seseorang sebagai dasar pengadopsian, karena metode pengobatan yang tepat harus didukung oleh penelitian yang solid,” tambahnya.
Hal kedua yang tak kalah penting, menurut dokter Tri Juli, adalah bahwa penderita diabetes yang mencoba pengobatan herbal tetap harus meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter. Obat yang diresepkan sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh pasien, dan menghentikan penggunaannya dapat berisiko menurunkan kondisi kesehatan.
“Pengobatan herbal boleh dilakukan selama obat yang diresepkan dokter tetap diminum,” tegas dokter Tri Juli, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengobatan herbal dan resep dokter untuk menjaga kondisi kesehatan secara menyeluruh.


