Ragam  

PP Perdokhi Ingatkan Jamaah Haji untuk Waspada Penyakit ISPA

Jamaah haji 2023 di Masjidil Haram, Makkah. (Foto: MCH)

Jakarta, tiradar.id – Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PP Perdokhi) memberikan peringatan serius kepada para jamaah haji terkait risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang dapat mengintai selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Arab Saudi. Berita ini disampaikan oleh Ketua Umum PP Perdokhi, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.K.F.R, MARS, AIFO-K, di Jakarta pada hari Kamis (09/5/2024).

Menurut Syarief, ISPA bukanlah masalah sepele, terutama bagi jamaah haji yang berusia lanjut dan memiliki penyakit penyerta. ISPA, bersama dengan penyakit meningitis dan dehidrasi, merupakan ancaman serius yang harus diwaspadai selama menjalankan ibadah haji.

Bahkan, selama penyelenggaraan kesehatan haji pada tahun 2023, ISPA dan pneumonia masih menjadi penyakit yang paling sering dijumpai pada jamaah haji Indonesia.

Tidak hanya itu, risiko penyakit meningitis atau radang selaput otak serta kuman penyebab pneumonia dan influenza juga perlu mendapat perhatian serius. Data menunjukkan bahwa sebagian besar jamaah yang berkonsultasi di Klinik Primer Mina mengeluhkan ISPA.

Namun, kekhawatiran muncul ketika gejala ISPA diabaikan dan tindakan pencegahan tidak dilakukan, yang akhirnya dapat berujung pada pneumonia.

Syarief juga mengungkapkan hasil studi Balkhy yang menemukan bahwa sebanyak 56 persen jamaah dengan ISPA disebabkan oleh virus influenza. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar sebelum berangkat ke Tanah Suci, para jamaah sudah melakukan vaksinasi influenza sebagai langkah perlindungan diri.

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi sebelum menjalankan ibadah umrah. Ridwan Ong, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, menegaskan bahwa meningkatkan kesadaran ini sangat penting, mengingat minat umat Islam Indonesia terhadap ibadah umrah yang tinggi.

Melalui kolaborasi dan edukasi, para stakeholder berkomitmen untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, tidak hanya untuk menjaga kesehatan jamaah umrah, tetapi juga untuk memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat dan produktif.

Dengan demikian, diharapkan para jamaah umrah dapat menjalankan ibadah mereka dengan prima dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.