Jakarta, tiradar.id – Operasional Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas internet di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kementerian Kominfo), Fadhilah Mathar, mengungkapkan bahwa SATRIA-1 akan difokuskan pada melayani 37.000 titik fasilitas publik di Indonesia.
Rencana awalnya adalah menghadirkan layanan internet untuk 150.000 titik fasilitas publik, namun, jumlah ini turun menjadi 50.000 titik jelang peluncuran pada Juni 2023. Penurunan ini merupakan hasil diskusi dengan lintas kementerian teknis dan pemerintah daerah yang akan menerima layanan SATRIA-1. Hasilnya, kapasitas satelit hanya dapat dioptimalkan untuk 37.000 titik.
Penyebab utamanya adalah aplikasi yang akan digunakan di setiap fasilitas publik memerlukan bandwith atau kapasitas internet yang cukup besar. Sebagai hasilnya, BAKTI Kementerian Kominfo memutuskan untuk memprioritaskan penggunaan aplikasi dari kementerian sektor prioritas, yang menyebabkan penurunan jumlah cakupan layanan.
Untuk tahun 2023, BAKTI Kementerian Kominfo berupaya membangun fasilitas untuk menerima akses internet dari SATRIA-1 sebanyak 10.000 titik terlebih dahulu. Sektor yang mendapat prioritas utama dalam pembangunan fasilitas ini adalah pendidikan dan kesehatan, dengan sisanya ditujukan untuk sektor lainnya.
Sebagai rinciannya, sekitar 60 persen dari fasilitas yang dibangun akan diperuntukkan untuk sektor pendidikan, 30 persen untuk sektor kesehatan, dan sisanya untuk pemerintah desa, pos perbatasan, dan pos keamanan.
Hingga Oktober 2023, SATRIA-1 masih dalam perjalanan menuju orbitnya di 146 Bujur Timur (BT). Diperkirakan bahwa satelit ini akan memulai operasionalnya pada awal 2024. Dengan fokus pada fasilitas publik dan prioritas sektor seperti pendidikan dan kesehatan, SATRIA-1 diharapkan dapat meningkatkan konektivitas internet di seluruh Indonesia dan mendukung pembangunan di berbagai sektor kunci.
Sumber: ANTARANews


