Jakarta, tiradar.id – Penelitian terbaru mengungkapkan hubungan antara usia pertama kali hamil dengan risiko jangka panjang terkena kanker payudara. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam kajian kesehatan wanita, menyoroti pentingnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan payudara.
Menurut studi yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, wanita yang mengalami kehamilan pertama kali di usia di bawah 24 tahun memiliki risiko jangka panjang yang lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang hamil pertama kali di usia yang lebih tua. Risiko ini tampaknya meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu saat melahirkan.
Hasil studi ini memaparkan bahwa wanita yang hamil pertama kali di usia muda memiliki risiko kanker payudara jangka panjang sekitar 20 hingga 35 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang belum memiliki anak. Namun, ketika usia ibu saat melahirkan semakin tua, risiko terkena kanker payudara meningkat sebesar 5 persen setiap lima tahun.
Peneliti utama studi ini, Dr. Biancastella Cereser, menjelaskan bahwa perubahan sosial dan preferensi pribadi telah mengakibatkan perempuan semakin lambat dalam memiliki anak. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan tren ini dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Penelitian ini juga mengungkapkan aspek biologis yang mendasari peningkatan risiko ini. Para peneliti menganalisis perubahan sel dan genetik yang terjadi pada sel-sel payudara yang sehat saat berubah menjadi kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa jaringan payudara sehat akumulasi mutasi sekitar 15 mutasi setiap tahun seiring bertambahnya usia.
Meskipun sebagian besar mutasi ini tidak berdampak pada gen dan tidak menyebabkan kanker, seiring waktu, terdapat peluang lebih besar untuk terjadi mutasi pemicu yang terkait dengan kanker.
Menurut Dr. Cereser, meskipun mutasi ini mungkin tidak cukup untuk menyebabkan kanker secara mandiri, kehamilan dapat memberikan kerusakan ganda karena menginduksi perluasan sel-sel payudara secara cepat sebagai persiapan untuk menyusui. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan efek yang tidak terkendali dan akhirnya menciptakan tumor kanker.
Dia juga menjelaskan bahwa seperti organ lainnya, payudara manusia mengalami akumulasi mutasi seiring dengan bertambahnya usia, tetapi kehamilan juga memiliki efek tambahan. Oleh karena itu, ibu yang melahirkan pertama kali di usia lebih tua mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
Temuan ini memberikan wawasan yang penting tentang hubungan antara usia saat pertama kali hamil dan risiko kanker payudara jangka panjang. Hal ini menekankan perlunya pemantauan kesehatan payudara dan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dan memengaruhi kesehatan payudara perempuan. Kesadaran akan risiko ini juga dapat membantu perempuan membuat keputusan yang lebih informasional tentang perencanaan keluarga dan kesehatan payudara mereka.


