Ragam  

Dokter Sebut Penyakit Degeneratif Kini Banyak Mengincar Orang Berusia 20-30 Tahun

Ilustrasi Stress/Foto: Freepik

Jakarta, tiradar.id – Penyakit degeneratif, seperti hipertensi dan diabetes, semakin sering mengincar orang berusia 20-an dan 30-an. Pakar penyakit dalam dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, dr. Ariska Sinaga, SpPD, mengingatkan bahwa jika penyakit-penyakit ini tidak ditangani dengan baik, komplikasi seringkali muncul di usia 40 tahun saat seseorang berada di puncak karirnya.

Penyakit Degeneratif pada Usia Muda

Penyakit degeneratif, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes, yang dahulu lebih umum ditemukan pada usia lanjut, kini semakin sering muncul pada usia muda. Dr. Ariska mencatat bahwa dalam beberapa bulan terakhir, dia telah menghadapi empat hingga lima pasien diabetes tipe 2 yang berusia 20 tahun. Ini adalah indikator bahwa masalah kesehatan yang biasanya terkait dengan penuaan sekarang muncul lebih awal dalam kehidupan.

Potensi Komplikasi yang Mengerikan

Penyakit degeneratif, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi serius. Contohnya, diabetes dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, infeksi kaki yang berat yang bahkan bisa mengakibatkan amputasi, serta gangguan ginjal yang parah dan disfungsi seksual. Komplikasi-komplikasi ini tidak hanya merugikan dari segi kesehatan, tetapi juga dari segi finansial.

Pentingnya Kesadaran dan Pencegahan

Dr. Ariska juga mencatat bahwa sebagian pasien, terutama mereka dengan diabetes, tidak menyadari kondisinya. Ada kasus seorang pasien yang menghubungi dokter karena demam, tetapi setelah pemeriksaan menyeluruh, ditemukan bahwa dia menderita diabetes. Ini menyoroti pentingnya kesadaran individu tentang kondisi kesehatan mereka, bahkan tanpa adanya riwayat keluarga.

Biaya Pengobatan yang Meningkat

Selain risiko kesehatan, ada juga dampak finansial yang perlu diperhatikan. Biaya perawatan kesehatan terus meningkat, dan jika seseorang mengalami komplikasi penyakit degeneratif, biaya pengobatan akan semakin tinggi. Hal ini bisa menjadi beban finansial yang besar, terutama jika seseorang masih berada di awal karirnya dan pendapatannya terbatas.

Penyebab Kenaikan Biaya Kesehatan

Selama pandemi COVID-19, banyak orang menunda perawatan medis khususnya untuk penyakit non-COVID, yang kemudian berujung pada komplikasi. Keterlambatan ini tidak hanya meningkatkan biaya perawatan, tetapi juga durasi perawatan dan tindakan yang dibutuhkan.

Penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko penyakit degeneratif dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Pencegahan melalui gaya hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin, adalah kunci untuk menghindari komplikasi yang merugikan secara kesehatan dan finansial. Dengan lebih banyak pengetahuan dan perhatian terhadap kesehatan kita, kita dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga diri kita tetap sehat dan kuat sepanjang hayat.