Ragam  

Penyakit yang Harus Diwaspadai Saat Cuaca Panas, Salah Satunya Stroke

Jakarta, tiradar.id – Cuaca panas yang melanda beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini telah menjadi sorotan utama masyarakat.

Suhu yang mencapai angka yang cukup tinggi, seperti yang terjadi di Semarang dengan suhu mencapai 37,8 derajat Celsius, telah menimbulkan keluhan di tengah masyarakat. Namun, cuaca panas ini tidak hanya memberikan ketidaknyamanan, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang serius.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, cuaca panas ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang dinamis. Salah satu faktor penting adalah berkurangnya tutupan awan selama musim kemarau.

Saat ini, wilayah selatan khatulistiwa mengalami langit yang cerah tanpa awan, sehingga sinar matahari dapat langsung masuk ke Bumi tanpa hambatan. Hal ini mengakibatkan suhu yang meningkat secara signifikan.

Guswanto menjelaskan, “Dengan adanya kondisi cerah tanpa tutupan awan, penyinaran matahari itu intens, langsung masuk ke Bumi, tanpa hambatan awan.” Hal ini menyebabkan suhu udara di sejumlah wilayah mencapai tingkat yang cukup tinggi.

Namun, cuaca panas yang berkepanjangan juga membawa risiko kesehatan serius. Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf, menyampaikan bahwa ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai terkait dengan cuaca panas yang terjadi.

Salah satu risiko paling fatal akibat suhu tinggi adalah stroke. Anas menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak dapat mengontrol suhu tubuhnya dengan baik, maka risiko terkena stroke meningkat.

“Suhu panas yang tinggi dapat menyebabkan tubuh kejang, dan hal ini dapat mengakibatkan stroke,” ungkap Anas. Risiko ini terutama berlaku bagi kelompok rentan atau yang memiliki kesehatan yang lemah.

Selain stroke, ada berbagai kondisi kesehatan lain yang perlu diwaspadai saat cuaca panas, seperti mudah merasa lelah, kram otot, hingga dehidrasi.

Penyakit pernapasan seperti ISPA, radang paru-paru, pneumonia, dan asma juga bisa meningkat seiring dengan cuaca panas. Ini terkait dengan polusi udara yang masih ada, yang dapat menjadi lebih buruk saat cuaca panas.

Anas juga menyoroti bahwa penyakit sensitif terhadap iklim seperti demam berdarah, malaria, dan diare, serta penyakit kardiovaskular seperti jantung atau hipertensi, dapat meningkat akibat suhu yang tinggi.

Untuk menghindari risiko kesehatan akibat cuaca panas, Anas mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Ini termasuk memastikan diri Anda minum cukup air, menghindari sinar matahari langsung dengan menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sangat tinggi.

Dalam kondisi cuaca panas yang ekstrem, menjaga kesehatan Anda dan menjalankan tindakan pencegahan yang tepat sangatlah penting.

Cuaca panas yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan kita, dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu melindungi diri dari risiko tersebut.