Jokowi Menilai Debat Pilpres 2024 Ketiga Kurang Substansi

Presiden RI, Joko WIdodo
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Sidang Pleno Khusus Peringatan HUT ke-20 Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Kamis (10/8/2023). ANTARA/Yashinta Difa/am.

Jakarta, tiradar.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi substansi dari visi calon presiden dan wakil presiden dalam debat ketiga Pilpres 2024 yang digelar di Jakarta pada Minggu (7/1) malam.

Dalam kunjungan kerjanya di Serang, Banten, pada Senin, Jokowi menyampaikan pandangannya terkait kurangnya substansi yang tampak dalam debat tersebut.

“Ya yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan,” ujar Jokowi, menyoroti kelemahan dalam mengekspos gagasan dan rencana calon presiden dan wakil presiden.

Presiden juga merasa kecewa dengan fokus debat yang lebih banyak terpusat pada saling menyerang antarpersonal, suatu hal yang seharusnya tidak terjadi dalam forum semacam itu.

“Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya nggak apa asal kebijakan, asal policy, asal visi, nggak apa,” katanya dengan nada penyesalan seperti yang dimua di laman ANTARANews.com, dikutip Senin (8/1/2024).

Menurut Jokowi, serangan personal yang tidak berkaitan dengan substansi debat, terutama terkait dengan hubungan internasional, geopolitik, dan pertahanan, dapat merugikan pemirsa dan mengurangi nilai edukasi dari debat tersebut.

“Saya kira (jika menyerang personal), kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton, saya kira akan banyak yang kecewa,” tambahnya.

Presiden menyarankan bahwa debat pilpres perlu mendapatkan format yang lebih baik dengan adanya rambu-rambu yang jelas. Hal ini diharapkan dapat memberikan kehidupan baru pada suasana debat dan menghindari fokus dari substansi yang seharusnya menjadi inti dari perdebatan.

“Saling menyerang nggak apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi,” tandas Jokowi.

Dengan evaluasi ini, Jokowi menegaskan pentingnya memperbaiki format debat pilpres agar pemilih dapat mendapatkan informasi yang lebih bermutu mengenai gagasan dan visi calon presiden dan wakil presiden.