Subang, tiradar.id- Tanpa anggaran, Pemkab Subang tetap menggelar Operasi Pasar Murah (OPM, red). Kabag Perekonomian Kabupaten Subang, Nurudin, kepada tiradar.id, Senin (5/2/2024) mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menekan angka inflasi di Kabupaten Subang.
“Pemkab menggelar OPM itu, tidak ada anggaran, baik dari APBD Kabupaten, Provinsi maupun dari pusat,” ucap Nurudin.
Untuk menekan laju inflasi yang terjadi di Kabupaten Subang, tambah Nurudin, Pemerintah Kabupaten Subang, melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholder, seperti Perum Bulog serta Amanda, untuk menggelar OPM.
“Kegiatannya, dilaksanakan di 30 kecamatan,” jelas Nurudin.
Menurut Nurudin, angka inflasi di Kabupaten Subang saat ini, sudah mencapai 4,9 atau tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Karenanya, tambah Nurudin, walaupun tanpa anggaran, Pj. Bupati Kabupaten Subang, menugaskan beberapa dinas, untuk segera menekan laju inflasi tersebut.
“Saat ini, yang sudah bergerak, DKUPP, mudah-mudahan, dengan dilaksanakannya OPM dengan beberapa stakeholder, angka inflasi bisa diturunkan,” harap Nurudin.
Ditempat terpisah, Plt. Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan pasar, Lita Pelitiani mengatakan, dari target 30 Kecamatan yang ditargetkan untuk dilakukan operasi pasar murah, pihaknya hanya mampu melaksanakan kegiatan di 6 kecamatan.
“Kecamatan Subang, Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Purwadadi dan Tanjungsiang,” jelasnya.
Menurut Lita, untuk wilayah Subang selatan, sedianya, Kecamatan Sagalaherang akan dilaksanakan OPM, hanya saja kegiatan di kecamatan tersebut dibatalkan. Kegiatan itu sendiri, tambah Lita, dilaksanakan sejak tangga 1 Februari, hingga tangga 13 Februari 2024.
“Untuk kegiatan terakhir, tanggal 12 Februari, kembali ke Kecamatan Ciasem, tepatnya di Desa Sukamandi Jaya,” tambah Lita. (***)
