Jakarta, tiradar.id – Kesehatan dan perkembangan anak merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan anak adalah deteksi dini risiko stunting.
Plt. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Marianus Mau Kuru, menekankan pentingnya rutin membawa bayi ke Posyandu untuk mencegah stunting.
Posyandu merupakan tempat pelayanan kesehatan terdekat bagi masyarakat. Setiap tahun, setidaknya dua kali, orang tua diminta membawa anak balita untuk diperiksa, terutama pada bulan Februari dan Agustus.
Menurut Marianus, periode pertumbuhan otak anak, terutama pada usia 0-2 tahun, sangat krusial. Risiko stunting yang tidak ditangani pada rentang usia ini dapat berdampak pada perkembangan kognitif anak.
Penimbangan anak di Posyandu harus dilakukan dengan standar yang baik dan akurat. Penggunaan alat timbang antropometri dan tenaga kesehatan yang terlatih menjadi kunci dalam proses ini. Standar penimbangan ini penting karena dapat mendeteksi berat badan berisiko stunting pada anak.
Menangani stunting pada anak di usia 0-2 tahun merupakan tugas yang sulit, dan salah satu faktor penyebabnya adalah berat badan bayi lahir rendah.
Selain penimbangan, perkembangan anak juga dapat diamati sejak masa kandungan melalui USG, tetapi konfirmasi lebih lanjut diperlukan melalui pengukuran fisik. Pemerintah berupaya menekan angka stunting dengan intervensi yang dimulai sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan.
Pemetaan keluarga 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak) menjadi acuan bagi BKKBN dalam menekan risiko stunting. Faktor-faktor seperti sanitasi, akses air bersih, kondisi rumah, dan tingkat pendidikan ibu juga berpengaruh terhadap risiko stunting pada anak.
Calon pengantin yang memiliki masalah kesehatan disarankan untuk menggunakan kontrasepsi hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk hamil sehat. Peran suami juga penting dalam menekan angka stunting dengan menyediakan makanan bergizi untuk ibu dan anak serta menghindari kebiasaan merokok.
Pentingnya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan hingga dua tahun dengan nutrisi yang baik juga tidak boleh dilupakan. Dengan kerjasama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah melalui Posyandu dan program-program kesehatan lainnya, diharapkan dapat tercapai target menurunkan angka stunting demi generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.


