Jakarta, tiradar.id – Dalam sebuah webinar yang diikuti dari Jakarta pada Sabtu, 6 April, dr. Fitri Tyas Windrarti, seorang dokter spesialis ilmu gizi klinik, menyoroti bahaya dari memanaskan makanan bersantan secara berulang kali.
Beliau menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat mengubah kandungan gizi makanan tersebut dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi konsumen.
Transformasi Lemak menjadi Lemak Trans
Ketika makanan bersantan dipanaskan kembali, lemak di dalamnya dapat berubah menjadi lemak trans, yang secara medis dikenal sebagai asam lemak trans. Asam lemak trans merupakan jenis lemak tak jenuh yang dapat menyumbat arteri, meningkatkan risiko serangan jantung, dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Kadar Lemak Jahat Meningkat
Makanan bersantan seperti opor, rendang, dan gulai daging yang dipanaskan berulang kali memiliki risiko peningkatan kadar lemak jahat. Hal ini dapat meningkatkan risiko serangan penyakit bagi yang mengonsumsinya.
Risiko Kesehatan Lainnya
Selain itu, pemanasan berulang makanan juga dapat merusak tekstur makanan dan meningkatkan potensi menjadi sarang bakteri, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare.
Solusi untuk Kesehatan Keluarga
Untuk menjaga kesehatan keluarga, dr. Fitri menyarankan agar memasak makanan sesuai dengan kebutuhan keluarga sehingga bisa habis dalam satu kali konsumsi. Hal ini, meskipun membutuhkan usaha lebih, lebih baik daripada menghadapi risiko kesehatan akibat makanan yang dipanaskan berulang kali.
Alternatif Sehat untuk Lebaran
Selama perayaan Idul Fitri, penting untuk memperhatikan asupan makanan sehat dengan gizi seimbang. Fitri menekankan penggunaan minyak yang lebih sedikit dengan merebus atau memanggang bahan makanan, serta mengurangi penggunaan garam dalam masakan.
Perhatikan Anggota Keluarga
Fitri juga mengingatkan perlunya memperhatikan batasan konsumsi bagi anggota keluarga, terutama lansia, anak-anak, dan anggota keluarga yang sedang sakit. Memberikan pilihan makanan yang lebih sehat dan memperhatikan alternatif hidangan yang lebih sehat adalah langkah bijak dalam memastikan kesehatan keluarga terjaga.
Dengan memperhatikan saran dari dr. Fitri Tyas Windrarti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aware terhadap bahaya memanaskan makanan bersantan berulang kali dan mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan keluarga, terutama selama perayaan Lebaran.


