Jakarta, tiradar.id – Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini, Provinsi Jawa Barat kembali mempersiapkan diri dengan matang dalam hal penyediaan dan pengawasan hewan kurban.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa jumlah hewan kurban yang beredar di kota/kabupaten sekitar 80 ribu hingga 90 ribu ekor. Hewan-hewan ini dipastikan dalam kondisi sehat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen sakral tersebut.
Menurut drh Septian Widiarto dari DKPP Provinsi Jawa Barat, permintaan terhadap hewan kurban, baik besar seperti sapi maupun kecil seperti kambing atau domba, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Dalam tiga tahun terakhir, kebutuhan hewan kurban di Jabar meningkat hingga 15 persen. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memperhatikan aspek kualitas dan kesehatan hewan kurban yang akan mereka korbankan.
“Hewan kurban besar seperti sapi diperkirakan mencapai 80 ribu ekor, namun jumlah kebutuhannya bisa mencapai 100 ribu ekor saat Hari Raya Kurban. Sedangkan untuk hewan kurban kecil seperti kambing atau domba, permintaannya bahkan bisa melebihi 100 ribu ekor,” ungkapnya.
Pasokan hewan kurban besar, terutama sapi, mayoritas berasal dari luar Provinsi Jawa Barat, seperti dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu, hewan kurban kecil seperti kambing atau domba sebagian besar dapat dipenuhi dari tingkat lokal, seperti yang berasal dari Kabupaten Garut.
Untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban, DKPP Provinsi Jawa Barat bekerja sama erat dengan Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) serta instansi terkait di setiap kota/kabupaten, seperti Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Sukabumi.
“Selama proses pemeriksaan di berbagai daerah termasuk Cianjur, tidak ditemukan adanya penyakit yang mengkhawatirkan pada hewan kurban. Namun, beberapa kandang dinilai tidak layak karena mengalami kelebihan kapasitas,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan yang melibatkan 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, termasuk pemeriksaan fisik, telah memastikan bahwa hewan kurban yang akan diserahkan pada Hari Raya Idul Adha nanti berada dalam kondisi yang prima. DKPP juga intens melakukan pengawasan di perbatasan untuk memastikan bahwa setiap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya memiliki dokumen lengkap yang menjamin kesehatannya.
“Kami mengharapkan dengan persiapan yang matang ini, masyarakat Jawa Barat dapat menjalankan ibadah kurban dengan lancar dan mengutamakan kualitas serta keamanan hewan kurban yang mereka pilih,” tutup drh Septian Widiarto.
Dengan demikian, DKPP Provinsi Jawa Barat tidak hanya memastikan pasokan hewan kurban yang cukup, tetapi juga memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini. Semoga semuanya berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh umat Muslim di Jawa Barat.


