Jakarta, tiradar.id – PT Pertamina (Persero) akan memanfaatkan momentum penyelenggaraan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 yang akan diadakan di Bali pada September 2024 untuk menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara Afrika guna mengamankan pasokan energi bagi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemasaran & Operasi PT Patra Jasa, Litta Indriya Ariesca, dalam konferensi pers yang diadakan secara daring pada Kamis.
“Kami membuka kesempatan lebar untuk bekerja sama dengan negara-negara Afrika. Kepentingan negara-negara Afrika bagi Pertamina sangat penting dalam upaya kami untuk mengamankan energi bagi Indonesia,” ungkap Litta.
Pertamina telah melakukan ekspansi global di Afrika sejak 2013, khususnya di sektor hulu minyak dan gas. Beberapa negara seperti Aljazair, Gabon, Nigeria, Angola, Namibia, dan Tanzania menjadi lokasi operasi Pertamina. Total produksi dari operasi di Afrika mencapai sekitar 78,2 juta barel minyak setara per hari (MBOEPD), dengan rincian 34,1 juta barel minyak dan 255,4 juta kaki kubik (MMcf) gas per hari. Minyak mentah yang dihasilkan di Afrika dianggap sangat cocok untuk diproses di kilang-kilang milik Pertamina di Indonesia.
Pada gelaran IAF ini, Pertamina akan memamerkan berbagai produk dan jasa yang dapat menjadi peluang kerja sama dengan negara-negara Afrika. “Kami terus mengembangkan sayap, terutama di sektor hulu, untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” jelas Litta.
Selain itu, Pertamina juga akan memperkenalkan sejumlah anak usahanya seperti Pertamina Internasional EP, Pertamina Internasional Shipping, dan Pertamina Geothermal Energy, yang berpotensi membantu pengembangan energi panas bumi di Afrika, khususnya di Kenya.
Litta menambahkan, Afrika memiliki potensi besar pada 2063 melalui Agenda Pembangunan Afrika 2063. Pertamina melihat peluang tersebut sebagai kesempatan emas untuk menjalin kerja sama yang dapat meningkatkan pertumbuhan baik di Indonesia maupun Afrika.
Sejalan dengan itu, Kanishk Laroya, President Director & CEO PT ESSA Industries Indonesia, juga menyampaikan pandangannya tentang potensi kerja sama di sektor energi dan kimia, terutama di bidang pupuk di Tanzania. ESSA, yang beroperasi melalui kilang LPG dan pabrik amoniak, melihat potensi besar di Tanzania sejak kunjungan mereka pada Agustus 2013. Namun, masih diperlukan kajian mendalam oleh pihak kementerian terkait di Tanzania.
“Tanzania sangat menyambut baik kerja sama ini. Indonesia dan Tanzania memiliki sejarah hubungan yang erat sejak masa Presiden Soekarno, dan budaya kedua negara juga memiliki banyak kesamaan,” ujar Kanishk.
IAF 2024, yang akan berlangsung di Bali pada 1-3 September 2024, diharapkan dapat menjadi ajang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan negara-negara Afrika untuk lebih mudah memasuki pasar masing-masing dengan landasan bisnis dan hukum yang lebih jelas. Ajang ini menargetkan kehadiran 28 kepala negara serta sekitar 800 peserta dari berbagai pemerintah, organisasi internasional dan regional, serta pengusaha dari Indonesia dan Afrika.

