Jakarta, tiradar.id – Dokter spesialis gizi dari Universitas Indonesia, dr. Luciana Budiati Sutanto, Sp.GK, menekankan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa ikan memiliki keunggulan gizi dibandingkan bahan makanan sumber protein lain, seperti ayam, daging sapi, susu, dan telur. Salah satu zat gizi penting dalam ikan adalah DHA, yang tidak ditemukan pada sumber protein lainnya.
“Ikan tidak kalah bergizinya dengan bahan makanan sumber protein lain. Bahkan, ikan memiliki DHA yang sangat bermanfaat bagi tubuh,” ujar Luciana kepada ANTARA, Jumat (21/11/2024).
Mitos dan Fakta tentang Ikan
Luciana juga membantah mitos bahwa ikan dapat memicu alergi pada banyak orang. Menurutnya, ikan aman dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Ia menjelaskan bahwa alergi makanan tidak hanya terjadi pada ikan, tetapi juga bisa terjadi pada sumber protein lain, tergantung pada sensitivitas tubuh masing-masing individu.
Manfaat Ikan untuk Anak-Anak
Bagi anak-anak, ikan menjadi makanan penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan, terutama perkembangan otak. Kandungan gizi dalam ikan sangat beragam, meliputi yodium, protein, selenium, magnesium, seng, zat besi, omega-3, serta berbagai vitamin seperti A, D, E, K, dan B12.
“Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan optimal, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung perkembangan kognitif. Konsumsi ikan juga dapat membantu mencegah stunting,” kata Luciana.
Edukasi dan Promosi untuk Meningkatkan Konsumsi Ikan
Luciana mengusulkan edukasi sejak dini, termasuk di sekolah-sekolah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ikan. Selain itu, promosi berbagai resep kreatif dan mudah dapat menjadi cara efektif untuk menarik minat masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa harga ikan lokal yang relatif lebih terjangkau seharusnya menjadi daya tarik tambahan.
Pola Makan Seimbang
Meski penting, konsumsi ikan tetap harus mengikuti pola gizi seimbang berdasarkan prinsip “Isi Piringku.” Dalam setiap porsi, makanan pokok seperti nasi atau ubi harus mencakup 35 persen, lauk-pauk seperti ikan 30–35 persen, serta sayur dan buah 25 persen.
Luciana juga menyarankan agar konsumsi ikan dikombinasikan dengan sumber protein lain, seperti telur atau daging, untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi secara optimal.
Dengan berbagai keunggulan gizi yang dimilikinya, ikan adalah pilihan bijak untuk mendukung kesehatan dan mencegah berbagai masalah, termasuk stunting pada anak-anak. Mari tingkatkan konsumsi ikan dan jadikan ikan bagian dari gaya hidup sehat keluarga Anda!


