Pj. Bupati Subang Kumpulkan Wali Murid di SD Blanakan, Tegaskan Komitmen Anti-Perundungan

Subang, tiradar.id – Tragedi yang menimpa AR (8), siswa SD di Kecamatan Blanakan, mengguncang Kabupaten Subang. Korban perundungan yang meninggal dunia di RSUD Ciereng ini memicu langkah cepat dari Penjabat (Pj) Bupati Subang, Dr. Imran, yang langsung mengambil tindakan tegas. Salah satunya adalah menggelar pertemuan khusus dengan para wali murid di sekolah tersebut.

Pj. Bupati Subang memerintahkan agar pertemuan dilaksanakan pada Selasa, 26 November 2024, di sekolah tempat AR belajar. Acara ini dirancang sebagai bentuk keprihatinan mendalam sekaligus langkah preventif untuk mencegah terulangnya kasus perundungan di masa depan.

“Pertemuan ini adalah momen penting bagi kita semua, baik pemerintah, pihak sekolah, maupun para wali murid, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas perundungan bagi anak-anak kita. Kita ingin mendengarkan langsung masukan dan keprihatinan masyarakat,” ujar Dr. Imran.

Pernyataan Tegas Bupati
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Imran menegaskan sikap tegas Pemerintah Kabupaten Subang terhadap perundungan. Ia menyampaikan bahwa kepala sekolah yang lalai akan diberhentikan sementara, seperti yang terjadi di sekolah AR.

“Kepala sekolah sudah kami nonaktifkan untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan. Kami ingin memastikan kejadian ini ditindaklanjuti secara serius,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk membangun lingkungan pendidikan yang kondusif.

Langkah Edukasi dan Penegakan Hukum
Sebagai bagian dari acara, Pemerintah Kabupaten Subang juga menghadirkan sesi edukasi khusus terkait anti-bullying yang melibatkan para siswa, guru, dan wali murid. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan serta cara mencegahnya.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi, tetapi masih ada kejadian seperti ini. Untuk itu, selain edukasi, penegakan hukum juga harus dilakukan. Saya sudah meminta Polres Subang untuk memproses kasus ini secara tegas dan transparan,” tambah Dr. Imran.

Dukungan dari Wali Murid
Para wali murid yang hadir menyambut baik langkah ini. Mereka berharap tindakan tegas pemerintah dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Salah seorang wali murid, Dian (35), menyatakan, “Kami sangat mendukung langkah Pj. Bupati. Anak-anak harus merasa aman di sekolah. Kami juga berharap ada pengawasan lebih ketat ke depannya.”

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi perundungan. Pemerintah Kabupaten Subang, masyarakat, dan pihak sekolah diharapkan dapat menjadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga agar tidak terulang kembali.