Subang, tiradar.id – Harga sejumlah komoditas pangan dan barang penting di Pasar Baru Subang dilaporkan stabil, meski beberapa mengalami fluktuasi signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, harga bahan pokok sebagian besar tetap, namun terdapat penurunan pada beberapa komoditas hortikultura.
Komoditas yang mengalami penurunan harga paling menonjol adalah:
-
Cabe Rawit Hijau: turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000/kg (turun 10%)
-
Cabe Rawit Merah: dari Rp45.000 menjadi Rp40.000/kg (turun 11%)
-
Tomat Hijau: dari Rp15.000 menjadi Rp12.000/kg (turun 20%)
-
Kentang: dari Rp18.000 menjadi Rp12.000/kg (turun 33%)
-
Pisang Ambon: dari Rp7.000 menjadi Rp6.000/kg (turun 14%)
-
Minyak Goreng Curah: turun Rp500 menjadi Rp18.500/kg
Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, seperti:
-
Kol: naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.000/kg (naik 23%)
-
Kangkung: naik dari Rp2.000 menjadi Rp4.000/ikat (naik 100%)
Komoditas lain seperti beras, gula, telur ayam, daging sapi, ayam broiler, bawang merah dan putih, serta produk susu tetap stabil dibanding hari sebelumnya.
Fluktuasi harga ini, menurut laporan DKUPP, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi cuaca, dinamika pasokan dan permintaan, serta naiknya ongkos kirim.
Selain bahan pokok, harga bahan bangunan dan barang penting lainnya juga terpantau tidak mengalami perubahan. Harga semen, besi, kayu, triplek, pupuk, gas elpiji 3 kg, hingga emas batangan tetap stabil. Harga emas 24 karat tercatat di angka Rp1.800.000/gram.
Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, S.IP, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan kestabilan dan ketersediaan barang pokok di pasar tradisional Subang.
Catatan: Laporan ini berdasarkan hasil monitoring dan sampling di Pasar Baru Subang pada Senin, 21 Juli 2025.


