Maman Yudia Berpulang, Tiga Serangkai Mahestro Politik Subang Tinggal Kenangan

Subang, tiradar.id – Sore ini, langit Subang seolah ikut berduka. Gunung Paseh menjadi saksi bisu kepergian salah satu putra terbaik Kabupaten Subang, Maman Yudia, sang Mahestro politik yang telah kembali ke hadirat Ilahi. Kepergiannya menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan dunia politik Subang.

Jenazah disemayamkan di rumah duka BTN Ciheleut Blok A3 No. 32, RT 45 RW 14, Jalan Minjil, Kelurahan Pasirkareumbi – Subang. Sejumlah tokoh tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya mantan Bupati Subang Eef Hidayat, Wakil Bupati Subang Agus Maskur Rosyadi, Bendahara DPC PDI Perjuangan Irman Rahayu, Anggota DPRD Subang Beni Rudiono, Eni Garyani dan Juenah, Komisioner Bawaslu Jamal A.R. Kumaunang, Komisioner KPU Yuda Adi Kusumah, mantan Anggota DPR Nano Tower dan Ending serta mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Niko Rinaldo dan Ujang Yusup Zavet.

Menurut keterangan Rajip Rajendra, salah satu putra almarhum, jenazah akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.
“Tadi dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menawarkan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, namun kesepakatan keluarga almarhum akan dimakamkan di kampung halaman,” ujarnya. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju tempat pemakaman pada pukul 08.00 WIB.

Mengenang kiprah almarhum, perjalanan politik Maman Yudia merupakan kisah keberanian dan pengabdian. Berawal dari seorang guru PNS, ia mengambil keputusan besar dengan meninggalkan zona nyaman demi terjun ke dunia politik.

Takdir kemudian mempertemukannya dengan dua tokoh penting lainnya, Eef Hidayat dan Bambang Herdadi. Ketiganya dikenal sebagai “Tiga Serangkai Mahestro Politik Subang” yang berhasil mengantarkan PDI Perjuangan mencapai puncak kejayaan di Subang, dengan raihan 18 kursi DPRD, menduduki kursi Ketua DPRD, hingga merebut kepemimpinan daerah dari rezim Orde Baru.

Dalam perjalanan kariernya, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan selama tiga periode, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Subang, Wakil Bupati, Bupati, hingga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Dimata banyak orang, Maman Yudia dikenal sebagai sosok intelektual, tegas, namun tetap luwes dan mengayomi. Ia memiliki karisma kepemimpinan yang kuat serta membuka ruang dialog bagi kader-kadernya untuk tumbuh dan berkembang.

Salah satu legacy penting yang ditinggalkannya adalah kebijakan menjadikan Sekretaris Desa sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebuah langkah strategis yang menunjukkan visinya bahwa pembangunan desa harus ditopang oleh aparatur yang profesional dan berkapasitas.

Kini, romantisme “Tiga Serangkai Mahestro Politik Subang” tinggal kenangan. Namun jejak perjuangan dan pengabdian Maman Yudia akan terus hidup dalam ingatan.

Selamat jalan sang Mahestro Politik Subang, salah satu putra terbaik Subang. Namamu akan senantiasa dikenang.
Semoga husnul khotimah.