Subang, tiradar.id- Gandeng konsultan, tahun 2024, Perusahaan Umum Daerah Tirtarangga Subang (PERUMDA TRS, red) membuka lowongan kerja (loker, red). Menurut Direktur Umum, Ujang, Rabu (19/3/2023) rekruitmen pegawai dilakukan melalui proses seleksi terbuka dan transparan.
“Langkah tersebut sebagai bagian dari pembenahan Perumda TRS yang kini memiliki moto Trust Openness Partnership (TOP),” ujar Ujang.
Untuk merealisasikannya, menurut Ujang, Perumda TRS akan menggandeng tim seleksi dari perguruan tinggi atau lembaga terpercaya untuk melakukan rekrutmen pegawai tersebut.
“Sehingga mendapatkan SDM yang handal, kompeten dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” tambahnya.
Menurut Ujang, dalam dua tahun terakhir yakni tahun 2022-2023 Perumda TRS sudah melakukan moratorium atau tidak melakukan pengangkatan pegawai. Dan yang dilakukan oleh Perumda TRS adalah melakukan evaluasi pegawai yang sudah ada dan melakukan upgrading kemampuan.
“Tahun 2024 kami akan lakukan seleksi terbuka, transparan sesuai kebutuhan dan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM dengan menggandeng konsultan untuk proses seleksi tersebut,” kata Ujang.
Ujang menambahkan, perusahaan juga harus memperhatikan rasio biaya pegawai dan rasio jumlah pegawai dibanding jumlah pelanggan yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Sementara Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim mengungkapkan, proses seleksi terbuka sebagaimana direncanakan sesuai ketentuan pada TA 2024 dimaksud merupakan bagian dari penjabaran corporate value yaitu Trust Openness Partnership (TOP). Selain itu, diharapkan mendapat output SDM yang handal.
“Perumda TRS harus mengikuti perkembangan zaman, melakukan disrupsi, pembenahan SDM dan sistem. Kami ingin menjadi BUMD yang maju, modern dan dapat berkontribusi maksimal untuk kemajuan Subang,” kata Lukman.
Ia mengungkapkan, jumlah kebutuhan pegawai masih dikaji. Pada saatnya nanti akan diumumkan secara terbuka di media massa, website perusahaan maupun official media sosial.
“Bukan kami yang lakukan seleksi, tapi pihak ketiga. Bisa perguruan tinggi, konsultan di bidangnya atau lembaga lain yang berpengalaman melakukan seleksi atau asesmen pegawai. Posisi, kualifikasi dan kompetensi apa yang dibutuhkan, masih kami kaji. Tapi yang jelas, kompetensi bidang teknik akan lebih banyak komposisinya,” kata Lukman.
Ia menambahkan, upaya pembenahan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Subang, DPRD maupun Dewan Pengawas.
“Kami berterimakasih atas dukungan pembenahan ini dari semua pihak. Terutama Bupati Subang, DPRD, Dewas, internal perusahaan dan semua pihak,” pungkas Lukman.(***)

