Bisnis  

Investasi Teknologi Global Membuka Peluang Luas di Indonesia

CEO Apple Tim Cook (tengah) didampingi Menkominfo Budi Arie Setiadi (kiri) dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) berjalan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Jakarta, tiradar.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyoroti dampak positif dari investasi perusahaan teknologi global di Indonesia. Investasi ini membuka peluang luas, seperti transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan inovasi.

“Terus terang akan berdampak banyak, baik transfer teknologi, pembukaan lapangan kerja, dan juga memberikan berbagai inovasi dan kreativitas dari generasi muda kita,” ujar Menkominfo Budi dalam sebuah siaran pers di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Baru-baru ini, raksasa teknologi Apple mengumumkan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Mengingat dampak positifnya bagi Indonesia, Pemerintah mendukung inisiatif perusahaan tersebut untuk membangun pusat inovasi teknologi digital, bekerja sama dengan minimal tiga kampus di Indonesia.

Peningkatan Kapasitas Pengembang Muda

Keberadaan akademi dari perusahaan teknologi ini dianggap dapat meningkatkan kapasitas pengembang muda Indonesia. Menurut Menteri Budi, akademi tersebut juga dapat mendukung Program Digital Talent Scholarship yang dikelola oleh Kementerian Kominfo.

“Metode belajar mereka itu short course (kursus singkat) yaitu sekitar sembilan bulan dan basis pendidikannya itu challenge basic learning yang tantangan berkreasi menciptakan berbagai aplikasi yang bisa digunakan dalam kehidupan masyarakat baik ekonomi, sosial dan sebagainya,” jelasnya.

Peluang untuk Masa Depan Teknologi

Menkominfo juga memandang bahwa talenta muda harus memanfaatkan peluang pendidikan ini untuk mengembangkan kreativitas mereka dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan teknologi di masa depan.

Indonesia: Negara Maju di Masa Depan

Potensi Indonesia sebagai negara maju di masa depan didasari oleh demografi penduduknya yang mayoritas adalah anak muda, mencapai 65 persen dari total populasi.

“Karena itulah kita juga meyakinkan kepada seluruh pemain-pemain global untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Budi Arie.

Jika perusahaan teknologi percaya bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi negara maju, maka masyarakat Indonesia juga harus lebih optimis. “Harusnya kita sebagai anak bangsa juga lebih optimis lagi. Kita akan bisa menjadi negara maju dan menjadi bagian penting dari global supply chain (rantai pasok global) untuk produk-produk teknologi,” tambahnya.

Investasi dari perusahaan teknologi global membawa dampak positif yang luas bagi Indonesia. Dengan memanfaatkan peluang ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memajukan teknologi, dan berperan aktif dalam global supply chain teknologi.

Masyarakat perlu lebih optimis dan proaktif dalam mendukung inisiatif ini untuk mencapai kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.