Pesan Presiden: ASEAN Jangan Jadi Proxy Negara Manapun

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPP Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/6/2023). ANTARA/Indra Arief Pribadi/am

Jakarta, tiradar.id – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh menjadi ‘proxy’ untuk negara mana pun dan harus memperkuat persatuan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden saat bertemu dengan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Menteri Luar Negeri negara mitra dialog di Jakarta pada hari Jumat (14/7).

Menteri luar negeri dari negara-negara anggota ASEAN telah berkumpul di Jakarta untuk membahas sejumlah isu regional yang mendesak, termasuk sengketa di Laut China Selatan yang diklaim hampir secara keseluruhan oleh Beijing, serta krisis di Myanmar di mana Tiongkok menjadi sekutu utama junta militer.

Dalam laporan dari Channelnewsasia, perselisihan mengenai jalur air di Laut China Selatan telah menimbulkan ketidaksetujuan di antara anggota ASEAN terhadap tindakan Tiongkok dan juga meningkatkan dukungan terhadap pendekatan yang tegas dari Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Namun, ada juga anggota ASEAN yang mendukung Tiongkok dalam perselisihan ini.

“ASEAN harus menjauhi persaingan antara negara dan tetap independen dari kepentingan negara mana pun. Selaras dengan itu, hukum internasional harus dihormati secara konsisten,” tegas Jokowi kepada para menteri luar negeri yang hadir.

Lebih lanjut, Jokowi menambahkan, “Kami di ASEAN berkomitmen untuk memperkuat kesatuan, solidaritas, dan sentralitas ASEAN guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.”

Ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan beberapa isu yang memperuncing situasi, termasuk latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, serta pembatasan ekspor Amerika Serikat terhadap teknologi semikonduktor canggih.

Presiden Joko Widodo mengakhiri pernyataannya dengan harapan bahwa ASEAN akan terus berperan sebagai pemersatu dan pemelihara perdamaian serta stabilitas di kawasan ini.

Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip hukum internasional dalam penyelesaian konflik dan memastikan bahwa ASEAN tetap netral dan tidak terlibat dalam perseteruan antara negara-negara besar di dunia.(*)

Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul Presiden: ASEAN tidak boleh jadi ‘proxy’ negara manapun