Mengenal Kebutuhan Protein Berdasarkan Usia, Aktivitas, dan Kondisi Kesehatan

Jakarta, tiradar.id – Kebutuhan protein setiap individu bervariasi tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Ahli gizi dari Allium Healthcare, Mary-ann Chiam, menjelaskan bahwa orang dewasa sehat berusia 18 hingga 49 tahun membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.

Sebagai contoh, seseorang dengan berat 70 kg harus mengonsumsi sekitar 56 gram protein setiap hari. Sumber protein seperti telur dan tempe dapat membantu memenuhi kebutuhan ini, dengan tiga telur atau empat potong tempe menyediakan sekitar 20 hingga 25 gram protein.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan protein meningkat untuk menjaga kesehatan otot dan kekuatan tubuh. Pada usia 30-an, asupan protein 0,8 gram per kilogram berat badan cukup untuk mempertahankan massa otot.

Namun, bagi mereka yang memasuki usia 40-an, beberapa ahli merekomendasikan meningkatkan asupan protein hingga 1 gram per kilogram berat badan untuk mencegah hilangnya otot yang sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Ketika seseorang mencapai usia 50-an, disarankan untuk meningkatkan asupan protein hingga 1,2 gram per kilogram berat badan per hari. Menurut Chiam, orang dewasa yang lebih tua lebih rentan mengalami sarkopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot, sehingga memerlukan asupan protein yang lebih tinggi untuk menjaga kesehatan otot.

Selain usia, tingkat aktivitas juga mempengaruhi kebutuhan protein. Ahli gizi klinis dan olahraga dari Aptima Nutrition & Sports Consultants, Jaclyn Reutens, menyebutkan bahwa mereka yang sedang melatih kekuatan perlu menggandakan asupan proteinnya menjadi 1,6 hingga 2 gram per kilogram berat badan per hari.

Bagi mereka yang berolahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti bersepeda, disarankan meningkatkan asupan protein menjadi 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan per hari. Namun, bagi individu dengan aktivitas ringan, seperti berbelanja atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tidak diperlukan peningkatan konsumsi protein yang signifikan.

Faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan protein adalah kondisi kesehatan. Orang dengan penyakit seperti kanker atau gangguan ginjal akan memiliki kebutuhan protein yang berbeda. Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan asupan protein lebih banyak, sekitar 1,1 gram per kilogram berat badan, untuk mendukung pertumbuhan janin dan perubahan tubuh selama kehamilan.

Namun, meskipun protein penting untuk kesehatan, kelebihan asupan protein juga dapat menimbulkan masalah. Kelebihan asam amino dari protein akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh, meningkatkan kadar lemak dalam darah dan risiko penyakit jantung. Selain itu, konsumsi protein berlebih dapat membebani ginjal, yang berpotensi memperburuk kondisi pada orang dengan masalah ginjal.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahli gizi guna mengetahui jumlah protein yang tepat sesuai usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Pemenuhan kebutuhan protein yang seimbang adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Sumber: ANTARANews