Jakarta, tiradar.id — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa televisi tetap memegang peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai edukatif serta memperkuat literasi budaya di tengah masyarakat. Pernyataan ini ia sampaikan dalam keterangan tertulis usai menghadiri konser “63 Tahun Menerangi Negeri” yang digelar TVRI di Jakarta pada Kamis (31/7).
“Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, televisi dinilai masih sangat relevan, khususnya dalam memperkuat literasi budaya dan menyampaikan informasi ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh internet,” ujar Irene.
Menurutnya, TVRI merupakan simbol ketahanan dan adaptasi yang berhasil melewati berbagai gelombang perubahan teknologi tanpa kehilangan jati diri. Irene juga mengapresiasi langkah TVRI yang terus membuktikan perannya sebagai penggerak ekonomi kreatif melalui transformasi digital dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut bahwa anggapan televisi publik tidak mampu beradaptasi telah terpatahkan. “Saya melihat sendiri bagaimana TVRI terus berevolusi dan menjawab kebutuhan zaman, hadir dan relevan dalam ekosistem ekonomi kreatif,” katanya.
Salah satu bentuk adaptasi yang diapresiasi Wamen Ekraf adalah kehadiran layanan on demand, yang menurutnya merupakan respons cerdas terhadap perubahan pola konsumsi media generasi muda. Irene pun mendorong agar TVRI lebih terbuka terhadap kolaborasi lintas subsektor, termasuk musik, film, dan animasi, untuk menghasilkan konten yang variatif dan kompetitif.
“Televisi bisa jadi jembatan antar-subsektor. TVRI punya kekuatan untuk jadi panggung bagi banyak talenta kreatif. Ini saatnya televisi bangkit sebagai the new engine of growth dalam ekonomi kreatif kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irene mengenang masa kecilnya yang diwarnai tayangan Minggu pagi di layar TVRI. Ia menilai pengalaman menonton yang terstruktur pada masa itu memberi nilai edukatif yang kini mulai menghilang di era serba instan.
“Dulu kita rela bangun jam 6 pagi demi nonton kartun di TVRI. Dari situ kita belajar menghargai proses dan waktu,” kenang Irene.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan televisi sebagai ruang belajar bersama yang menyajikan hiburan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan karya kreatif lokal.
Konser peringatan HUT ke-63 TVRI turut dimeriahkan oleh musisi lintas generasi seperti Rossa, Juicy Luicy, Yovie Nuno, Iwa K, dan Ndarboy. Keberagaman genre musik dalam acara tersebut menjadi simbol keterbukaan media publik terhadap selera kontemporer dan memperkuat kolaborasi antar pelaku kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, Irene berharap TVRI terus menjadi ruang siar publik yang tak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di kancah global.


