Jakarta, tiradar.id – China telah menciptakan terobosan besar dalam bidang teknologi dengan meluncurkan layanan internet tercepat di dunia. Layanan ini mampu mentransfer 150 film definisi tinggi setiap detik, menggunakan kabel serat optik sepanjang 1.864 mil yang membentang dari Beijing hingga Guangzhou, melalui Wuhan.
Jaringan internet baru ini memiliki kapabilitas luar biasa, mampu mentransfer data sebesar 1,2 terabita per detik. Kecepatan ini tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan koneksi internet tercepat di Amerika Serikat, yang baru mencapai 400 gigabita per detik pada tahun sebelumnya.
China Mobile, Huawei, dan China Education and Research Network (CERNET) berkolaborasi dengan Universitas Tsinghua, salah satu institusi akademis terkemuka, untuk mengembangkan jaringan tersebut. Dalam pengujian awal, jaringan ini telah menunjukkan kinerja yang sangat baik sejak diaktifkan pada 31 Juli 2023.
Pengumuman resmi dilakukan pada konferensi pers pada 13 November 2023, dan layanan berkecepatan tinggi ini diharapkan menjadi bagian dari koneksi inti internet yang mentransfer data besar antar jaringan komputer yang berbeda. Jaringan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri berbasis data dan memainkan peran kunci dalam perkembangan jaringan 5G.
Wu Jianping, Dekan Institut Penelitian Jaringan Universitas Tsinghua, menyatakan bahwa jaringan ini memberikan China teknologi canggih untuk membangun internet yang lebih cepat. Menurutnya, jaringan ini menyediakan cadangan teknologi yang penting untuk pengembangan internet generasi mendatang secara global.
Keistimewaan jaringan ini tidak hanya pada kecepatan, tetapi juga pada fakta bahwa semua komponen dan perangkat lunaknya adalah buatan dalam negeri. Hal ini mencerminkan upaya China untuk mengurangi ketergantungannya pada AS dan Jepang dalam mendapatkan komponen seperti router.
Meskipun kecepatan internet yang luar biasa ini menjadi prestasi teknologi, beberapa kritikus mengkhawatirkan bahwa kecepatan tersebut dapat digunakan untuk memperkuat sensor dan kontrol internet yang ketat di China, yang melibatkan pembatasan akses ke platform luar negeri dan sensor terhadap diskusi-diskusi yang dianggap sensitif oleh pemerintah China.


