Ragam  

Efek Stres di Usia 20an, Bikin Wajah Terlihat Lebih Tua hingga Diabetes

Jakarta, tiradar.id – Stres merupakan salah satu faktor yang dapat membuat seseorang terlihat dan merasa lebih tua dari usia sebenarnya. Bahkan, pada usia 20-an pun, efek stres ini bisa terasa nyata.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa dampak stres ini mungkin hanya terlihat pada saat-saat ketika seseorang merasa kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Menurut American Psychological Association, lebih dari seperempat orang dewasa di AS mengalami stres yang signifikan hingga mengganggu aktivitas mereka hampir setiap hari.

Hal ini menunjukkan bahwa stres kronis dapat memiliki dampak yang luas terhadap kesejahteraan mental dan fisik, termasuk munculnya kecemasan, depresi, serta berbagai penyakit serius seperti penyakit kardiovaskular, asma, dan diabetes.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Mental Health Science, dilaporkan bahwa stres dapat membuat seseorang terlihat dan merasa lebih tua. Penelitian ini melibatkan 107 orang dewasa muda berusia antara 18 hingga 36 tahun yang dipantau selama delapan hari untuk mengamati tingkat stres yang mereka alami setiap harinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari-hari di mana partisipan melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi dari biasanya, mereka juga melaporkan diri mereka terlihat dan merasa lebih tua. Namun, hal ini hanya terjadi pada saat mereka merasa kehilangan kendali atas hidup mereka.

Shevaun Neupert, seorang profesor psikologi di North Carolina State University, menjelaskan bahwa penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana stres memengaruhi orang dewasa muda, termasuk remaja, usia 20-an, dan 30-an.

Mengetahui hal ini diharapkan dapat membantu pengembangan intervensi yang melindungi kesejahteraan mental dan fisik.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas hidup sendiri dapat menjadi faktor yang melindungi terhadap dampak negatif stres sehari-hari. Meskipun hasil penelitian ini bersifat subjektif, namun penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa persepsi subjektif terhadap usia dapat memengaruhi kesehatan dan kinerja kognitif seseorang.

Neupert menyoroti relevansi penelitian ini dengan meningkatnya tingkat stres yang dialami oleh orang dewasa muda saat ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Ini menunjukkan pentingnya memperhatikan tanda-tanda stres yang berhubungan dengan kesehatan fisik dan mental bagi generasi saat ini.

Dengan demikian, pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana stres memengaruhi orang dewasa muda dapat menjadi landasan untuk pengembangan strategi yang lebih efektif dalam mengelola stres dan menjaga kesejahteraan mereka.