Ragam  

Golden Hour, Penentu Keselamatan Pasien Serangan Jantung

Jakarta, tiradar.id – Prof. dr. Dasaad Mulijono, Direktur Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital, menekankan pentingnya penanganan cepat dalam enam jam pertama atau golden hour pasca serangan jantung. Dalam periode ini, kerusakan otot jantung masih bisa dicegah. Jika terlambat, sebagian besar otot jantung bisa mati dan memicu gagal jantung.

Ia juga mengingatkan pentingnya akses cepat ke fasilitas kesehatan dengan layanan tanggap darurat dan teknologi mumpuni. Sebab, 70–80 persen pasien penyumbatan pembuluh darah sering kali tidak mengalami gejala sebelumnya. Oleh karena itu, ia menyarankan pemeriksaan kesehatan rutin sejak usia muda, bahkan sebelum 40 tahun.

Selain faktor genetik, gaya hidup tak sehat—seperti pola makan buruk, stres, kurang tidur, dan kurang olahraga—juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Prof. Dasaad menyarankan olahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti bulu tangkis, tenis, atau naik turun tangga.

Dalam hal penanganan, Bethsaida Hospital telah menggunakan teknologi Drug-Coated Balloon (DCB), metode intervensi tanpa implan logam yang membantu membuka pembuluh darah tersumbat tanpa meninggalkan benda asing di tubuh. Pasien cukup menjalani gaya hidup sehat agar fungsi jantung kembali optimal.