Jakarta, tiradar.id – Pernahkah Anda mengalami mata yang berkunang-kunang, pusing tujuh keliling, dan bahkan jatuh pingsan karena berdiri terlalu lama?
Beberapa orang mengaitkannya dengan kelaparan atau tidak makan sepanjang hari. Sebenarnya, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena tidak makan sepanjang hari dapat menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi.
Namun, ada beberapa kondisi kesehatan lain yang dapat menjadi penyebab tekanan darah rendah. Mari kita bahas lebih lanjut.
Memahami Tekanan Darah Rendah
Ketika darah mengalir melalui arteri, dinding arteri menerima tekanan, yang menjadi penanda kekuatan aliran darah atau yang kita kenal sebagai tekanan darah. Ada dua pengukuran utama untuk tekanan darah: tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah).
Tekanan darah normal berkisar antara <120 dan <80, sementara hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60. Namun, tekanan darah dapat berubah-ubah sepanjang hari tergantung pada berbagai faktor.
Berbagai Penyebab Tekanan Darah Rendah
Menurut Mayo Clinic, beberapa faktor penyebab tekanan darah rendah melibatkan:
- Kehamilan: Sistem peredaran darah meluas selama kehamilan, yang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Hal ini umum dan biasanya kembali normal setelah melahirkan.
- Masalah Jantung: Beberapa kondisi jantung, seperti bradikardia, masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung, dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
- Masalah Endokrin: Kondisi seperti penyakit tiroid, penyakit Addison, hipoglikemia, atau diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.
- Dehidrasi: Kehilangan cairan tubuh dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan kelelahan, yang dapat dipicu oleh demam, muntah, diare berat, obat diuretik, atau olahraga berat.
- Kehilangan Darah: Kehilangan darah akibat cedera besar atau pendarahan internal dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah.
- Infeksi Berat (Septikemia): Infeksi yang masuk ke aliran darah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang mengancam jiwa.
- Anafilaksis: Reaksi alergi parah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah ekstrem dan berpotensi mengancam jiwa.
- Kekurangan Nutrisi: Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia dan tekanan darah rendah.
Selain kondisi kesehatan di atas, beberapa obat tertentu juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah, seperti diuretik, penghambat alfa, beta blocker, obat Parkinson, beberapa antidepresan, dan obat untuk disfungsi ereksi, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan nitrogliserin.
Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah
Mayo Clinic merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi tekanan darah rendah, antara lain:
- Perubahan Posisi: Ubah posisi tubuh dengan perlahan dan hindari berdiri terlalu lama.
- Minum Banyak Air Putih: Ini dapat meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi.
- Tidur dengan Bantal Tambahan: Menumpuk 2–3 bantal dapat membantu mencegah penurunan tekanan darah yang drastis saat bangun.
- Kurangi Konsumsi Alkohol: Mengurangi kebiasaan minum alkohol dapat membantu mengatasi tekanan darah rendah.
- Konsumsi Kafein: Minum secangkir kopi di pagi hari dapat membantu meningkatkan tekanan darah.
Mengatasi tekanan darah rendah memerlukan pemahaman tentang penyebabnya dan langkah-langkah yang tepat untuk mencegahnya. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda mengalami gejala tekanan darah rendah secara teratur atau jika gejala tersebut sangat parah.


