Ragam  

Makanan Kaleng Berpotensi Kurangi Risiko Kanker Kolorektal, Ini Rekomendasinya

Jakarta, tiradar.id Makanan kaleng yang kerap dianggap sebagai pilihan praktis dan terjangkau, ternyata memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, terutama dalam menurunkan risiko kanker kolorektal. Kanker ini merupakan jenis kanker ketiga yang paling umum menyerang masyarakat di Amerika Serikat, terutama pada bagian usus besar.

Mengutip laman EatingWell pada Jumat (21/6), sejumlah faktor seperti usia, pola makan, kebiasaan olahraga, berat badan, serta konsumsi alkohol diketahui berpengaruh terhadap risiko kanker kolorektal. Namun, perubahan pola makan dinilai sebagai langkah pencegahan yang efektif, salah satunya dengan mengonsumsi makanan kaleng tertentu.

Direktur Program Aliansi Diabetes Mt. Sinai di Amerika Serikat, Maria Elena Fraga, RD, CDCES, menyarankan untuk memilih makanan kaleng yang kaya serat, mengandung antioksidan, serta rendah sodium. Berikut beberapa jenis makanan kaleng yang direkomendasikan:

  1. Kacang Kalengan
    Jenis seperti buncis, lentil, dan kacang polong merupakan pilihan utama karena mengandung senyawa antiradang yang kuat. Kandungan serat dan zat gizi lainnya dianggap mampu melindungi tubuh dari perkembangan sel kanker.
  2. Artichoke Kalengan
    Dikenal tinggi serat, artichoke mengandung sekitar 5 gram serat per setengah cangkir. Serat ini berasal dari inulin dan prebiotik yang membantu mendukung kesehatan usus dengan memberi makan bakteri baik.
  3. Labu Kalengan
    Mengandung serat, beta-karoten, dan karotenoid yang memberi warna oranye cerah pada labu. Karotenoid telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal dan juga menjadi sumber vitamin A yang baik.
  4. Sup Kalengan dengan Gandum Utuh
    Biji-bijian utuh diketahui dapat membantu menurunkan risiko kanker kolorektal. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi, disarankan memilih sup berlabel low sodium untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
  5. Jeruk Kalengan
    Mengandung vitamin C yang memiliki manfaat dalam mengurangi stres oksidatif dan peradangan—dua faktor utama dalam pembentukan sel kanker. Disarankan untuk memilih produk dalam jus asli, bukan sirup, guna menghindari kelebihan gula.

Selain memperhatikan asupan makanan, pencegahan kanker kolorektal juga dapat dilakukan melalui skrining dini yang idealnya dimulai pada usia 45 tahun. Pola hidup sehat seperti aktif bergerak, membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta menghindari alkohol juga sangat dianjurkan.

Peningkatan konsumsi serat disebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang turut berperan dalam mencegah perkembangan kanker kolorektal.

Dengan pilihan makanan yang tepat dan gaya hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker kolorektal secara signifikan.