Ragam  

Manfaat Telur Sebagai MPASI yang Bisa Jadi Penyelamat Gizi Anak

Jakarta, tiradar.id – Telur telah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang serbaguna, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan anak, khususnya saat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Dr. dr. Tan Shot Yen, seorang Ahli Gizi Masyarakat lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menjelaskan beragam manfaat yang terkandung dalam telur sebagai bagian penting dari pola makan anak-anak.

Salah satu keunggulan telur sebagai sumber protein hewani terletak pada kandungan asam amino lengkap yang dimilikinya. Menurut Dr. Tan, asam amino tersebut penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dalam webinar yang bertajuk “Penguatan ASI Eksklusif dan MPASI dalam Upaya Pencegahan Stunting”, beliau menyoroti pentingnya asupan protein yang baik untuk pertumbuhan optimal anak.

Dalam analisisnya, Dr. Tan membedah kandungan nutrisi dalam telur. Sebagai contoh, 100 gram protein hewani dari telur ayam, setara dengan dua butir telur, mengandung lemak, kalsium, fosfor, zat besi, lutein, zeaxanthin, serta beragam vitamin seperti vitamin A, vitamin E, dan vitamin B4 (kolin).

Lemak dalam telur menjadi sumber energi yang penting bagi anak-anak yang sedang menjalani MPASI. Sementara itu, kandungan zat besi membantu memperkuat daya tahan tubuh anak, melindungi mereka dari serangan penyakit.

Tidak hanya itu, kalsium dan fosfor dalam telur berperan dalam pembentukan tulang dan otot yang kuat. Dr. Tan menjelaskan bahwa keduanya adalah nutrisi penting untuk memastikan pertumbuhan fisik anak yang optimal. Vitamin B4 atau kolin dalam telur juga memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung fungsi otak, kecerdasan, dan kesehatan jantung anak.

Tidak hanya bagi anak-anak, telur juga memiliki manfaat bagi ibu yang sedang menyiapkan MPASI. Di Indonesia, berbagai jenis telur seperti telur ayam, telur bebek, dan telur puyuh dapat dieksplorasi sebagai sumber pangan yang kaya nutrisi.

Telur juga menjadi pilihan yang tepat saat anak sedang mengalami fase pertumbuhan gigi atau Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kemampuannya untuk diolah dalam berbagai tekstur dan bentuk, mulai dari padat hingga cair, membuat telur dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak. Misalnya, telur dapat diolah menjadi sup atau bahkan dicampurkan dalam makanan seperti nasi kuning.

Dengan segudang manfaatnya, telur tidak hanya menjadi sumber protein hewani yang penting bagi pertumbuhan anak, tetapi juga menjadi penyelamat gizi yang efektif dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak di masa MPASI mereka.

Dengan memahami nilai gizi telur dan kemampuannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan anak, kita dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat.