Ragam  

Mudahkan Pemeriksaan Jamaah Calhaj Lansia Kinik Kesehatan Satelit Dibuka di Mekkah

Dua dokter memeriksa peserta ibadah haji yang memiliki potensi untuk sakit (risti) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, Jumat (9/6/2023). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta, tiradar.id – Arsad Hidayat, Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, memberikan apresiasi terhadap keberadaan klinik satelit di setiap hotel karena sangat bermanfaat bagi jamaah haji, terutama yang berusia lanjut.

Dia menyatakan bahwa jamaah haji lanjut usia membutuhkan layanan kesehatan yang dekat dengan mereka, sehingga dibentuklah layanan kesehatan satelit. Pernyataan tersebut disampaikan di Mekkah pada hari Jumat.

Dia menjelaskan bahwa keberadaan klinik yang beroperasi selama 24 jam memudahkan jamaah dalam memeriksa kondisi kesehatan mereka. Jamaah dapat memeriksa tekanan darah setelah pulang dari masjid.

Dia juga menyebutkan bahwa klinik satelit yang ditempati oleh dokter kloter dapat dijadwalkan secara bergantian untuk memeriksa jamaah dari kloter lain. Beberapa tahun yang lalu, tugas petugas kesehatan hanya terbatas di kamar-kamar, dan terkadang harus diketuk terlebih dahulu jika petugasnya kelelahan, ujar Arsad Hidayat.

Di sisi lain, Meky Tri, seorang petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bertugas di Hotel Rose Garden sektor 10, Mekkah, mengatakan bahwa mayoritas jamaah haji yang berobat menderita batuk dan flu.

Dia menjelaskan bahwa setiap hari lebih dari 100 calon jamaah haji datang untuk berobat ke layanan kesehatan satelit.

Dokter Meky juga mengingatkan calon jamaah haji Indonesia untuk minum banyak dan menggunakan masker, serta menyemprotkan air ke dalam masker agar tetap lembab.

Layanan kesehatan satelit biasanya melibatkan satu dokter, dua perawat, dan petugas haji daerah (PHD) yang juga memiliki latar belakang sebagai tenaga kesehatan. (*)

Berita ini sudah dimuat di ANTARANews.com dengan judul Klinik kesehatan satelit mudahkan pemeriksaan jamaah calon haji lansia