Ragam  

Terkait Kasus BLBI, Aset Tommy Soeharto Akan Dilelang Kembali

Direktur Lelang DJKN Joko Prihanto memberikan pemaparan dalam media briefing di Jakarta, Kamis (25/1/2024). ANTARA/Imamatul Silfia

Jakarta, tiradar.id – Kementerian Keuangan, melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), mengumumkan rencananya untuk kembali melelang aset yang disita milik Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto. Hal ini terkait dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Direktur Lelang DJKN, Joko Prihanto, menyatakan bahwa aset Tommy Soeharto belum berhasil terjual meskipun sudah dilakukan tiga kali lelang sejak tahun 2022. “Aset Tommy Soeharto masih belum laku, mungkin akan dilelang ulang di 2024,” ujar Joko Prihanto dalam sebuah media briefing di Jakarta.

Terdapat dua alasan yang diidentifikasi sebagai penyebab sulitnya penjualan aset PT Timor Putra Nasional (TPN) milik Tommy Soeharto. Pertama, masalah harga yang dianggap tidak sesuai, dan kedua, asumsi bahwa aset tersebut merupakan barang bermasalah. Meskipun demikian, Joko menyatakan bahwa hal ini merupakan hal biasa dalam proses lelang, dan bahwa belum ditemukan pembeli yang cocok.

Joko Prihanto menjelaskan bahwa belum ada tanggal pasti terkait jadwal lelang aset-aset Tommy Soeharto. Hal ini disebabkan karena DJKN masih menunggu permohonan lelang dari Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara (PKKN) DJKN. Informasi lebih lanjut akan diberikan setelah permohonan tersebut diajukan. Demikian seperti yang dikutip dari laman ANTARANews.com, Kamis (25/1/2024)

Aset PT TPN telah disita sejak tahun 2021 dan proses lelang dimulai pada tahun 2022. Aset yang disita melibatkan empat bidang tanah dengan total luas 530.125,526 m2 di Kabupaten Karawang. Harga lelang aset PT TPN dimulai dari Rp2,42 triliun dan mengalami penurunan menjadi Rp2,064 triliun pada lelang ketiga.

Selain penurunan nilai lelang, batasan jaminan yang ditetapkan juga mengalami penurunan dari Rp1 triliun menjadi Rp420 miliar pada lelang terakhir. Meskipun proses lelang masih berlanjut, pihak berwenang tetap berharap agar aset Tommy Soeharto dapat segera menemukan pembeli yang cocok sehingga kasus BLBI ini dapat selesai dengan baik.