Ragam  

Tidur Cukup Kunci Kurangi Stres dan Tingkatkan Kualitas Hidup

Ilustrasi tidur siang | Foto: SindoNews

Jakarta, tiradar.id – Kita semua pernah merasakan dampak buruk dari kurang tidur: sakit kepala yang menyiksa, rasa mengantuk yang menghantui sepanjang hari, dan ketergantungan pada kafein untuk bertahan.

Namun, ada lebih dari sekadar ketidaknyamanan fisik yang kita rasakan. Menurut Dr. Holliday-Bell, seorang Spesialis Klinik Kesehatan Tidur Bersertifikat, kurang tidur juga dapat memicu respons stres yang merugikan tubuh kita.

Stres, menurut Dr. Holliday-Bell, dapat meningkatkan pelepasan hormon kortisol secara berlebihan, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Hal ini tidak hanya membuat kita merasa terjaga lebih lama, tetapi juga meningkatkan risiko peradangan pembuluh darah dan penyakit jantung.

Selain itu, tidur memiliki peran penting dalam mengatur hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketika kita kurang tidur, tubuh memproduksi lebih banyak hormon lapar (ghrelin) dan lebih sedikit hormon kenyang (leptin), yang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan risiko obesitas.

Tidak hanya itu, dampak jangka panjang dari kurang tidur juga sangat serius. Mulai dari penambahan berat badan hingga peningkatan risiko kecemasan, depresi, dan penyakit jantung, kurang tidur dapat merusak berbagai aspek kehidupan kita.

Studi terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi yang jelas antara meningkatnya tingkat stres dan penurunan kualitas tidur. Sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat bahkan menyatakan bahwa mereka akan merasa lebih baik jika tidur lebih banyak. Namun, sayangnya, banyak dari kita tidak mengenali pentingnya tidur yang cukup.

Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Holliday-Bell merekomendasikan beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres. Ritual sederhana sebelum tidur, seperti mandi air hangat dan meditasi, dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Rutinitas tidur yang konsisten juga penting untuk membantu meredakan stres dan menciptakan suasana yang tenang sebelum tidur.

Menyalurkan pikiran-pikiran yang mengganggu dengan menulis jurnal atau melakukan aktivitas “brain dump” juga dapat membantu mengurangi kegelisahan dan mempersiapkan pikiran untuk tidur. Kombinasi teknik relaksasi seperti meditasi dan relaksasi otot progresif juga dapat membantu mengatasi stres dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk tidur.

Dengan memprioritaskan tidur yang cukup dan mengurangi stres, kita tidak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup kita, tetapi juga mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Jadi, mulailah untuk memberikan perhatian lebih pada pola tidur Anda dan rasakan manfaatnya bagi kesejahteraan dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Sumber: ANTARA